Written By : Alden Joe
2013
2013
Prolog
Dimana cinta akan kita peroleh
pasti jawaban nya adalah di suatu tempat dan pada waktu yang tidak bisa kita
tentukan kapan itu akan terjadi dan kita harus memahami bagaimana mencintai
orang yang benar-benar kita cintai. Mereka hanya seorang pelajar SMA yang ingin merasakan suatu
bentuk yang tidak bisa disentuh tapi hanya bisa dirasakan dan itu sangat disanjung
banyak orang di dunia ini yaitu CINTA. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa
mereka yang memiliki cinta di masa-masa sekolah adalah mereka yang tidak
mengerti bagaimana membuat sebuah komitmen atau juga bisa dibilang cinta monyet.
Tapi banyak
juga pendapat orang yang
mengatakan bahwa cinta di masa-masa sekolah adalah sebuah awal dari proses
mencintai ketulusan dan ketertarikan kita pada lawan jenis dalam kehidupan yang penuh tanda tanya ini. Harapan, doa,
keyakinan, kesedihan, tawa, kebersamaan, kebahagiaan dan juga sebuah perpisahan yang
akan menjadi kenangan dan menjadi satu paket dalam cerita ini.
Semua yang dilakukan oleh anak
remaja ini hanya lah hal-hal kecil yang berkaitan dengan perasaan nya yang
menyayangi orang yang dia pilih sebagai orang yang memiliki rasa yang sama. Hubungan
Robi dan Ana bukan lah sebuah hubungan biasa dan jarang sekali remaja seusia
mereka mengalami hal itu. Kegigihan mereka dan keyakinan mereka menjadi satu dalam mewujudkan apa yang mereka inginkan demi
kebahagiaan mereka. Walau ada yang nama nya perpisahan selalu menjadi teman
dalam kehidupan, mereka tidak pernah menyesali nya dan terlebih juga mereka
sangat bersyukur ditakdirkan bertemu dan mewujudkan suatu keajaiban dari tuhan
asalkan kita mempunyai niat dan sungguh-sungguh melakukan itu atas dasar dari
ketulusan hati tanpa mengharapkan sesuatu.
Apakah mereka berdua ahli dalam
melakukan pengorbanan dalam perasaan cinta? tidak sama sekali. Mereka berkorban
hanya karena mereka mencintai satu sama lain dan pengorbanan itu mengalir
sendiri tanpa kita paksakan ataupun juga kita buat-buat seolah-olah kita sangat
mencintai orang yang ada dalam kehidupan kita. Karena cinta,kita akan
menumbuhkan sebuah keyakinan dan semangat untuk meraih semua yang kita ingin
wujudkan. Dan doa lah yang selalu menjadi pasangan untuk
sebuah CINTA.
2
Hari –hari yang terasa tawar dalam
kehidupan nantinya
pasti akan ada hal yang terasa manis untuk mengisi kekosongan hati ...
Mentari
pun menampakkan dirinya seolah-olah malu menyapa pagi di waktu itu. Pagi yang
cerah dihiasi awan-awan yang dipadu dengan indahnya langit biru yang
mengantarkan aku untuk memulai sekolah pada
hari pertama aku duduk di bangku kelas dua SMA waktu itu. Begitu ceria,senang dan
bercampur dengan perasaan penasaran ingin melihat adik-adik kelas yang waktu
itu sedang menjalani OSPEK sebagai salah satu syarat masuknya ke dalam dunia
putih abu-abu. Menurut ku,OSPEK adalah
satu pengenalan terhadap pendewasaan seseorang siswa-siswi yang telah melepas
pendidikannya di sekolah menengah pertama sebelumnya atau untuk mengasah
kemandirian siswa-siswi di dalam wadah sekolah menengah atas.
Kedengarannya elegan dan sangat berfaedah jika mempunyai
kegiatan seperti itu sebelum memulai belajar dan mengasah ilmu di SMA.Aku
tiba di sekolah, Aku bergegas untuk
mencari dimana kelas ku waktu itu dan siapa saja temanku di kelas dua. Akhirnya
aku pun menemukannya, tempatnya sedikit sumpek , lantai nya yang kotor tanpa keramik ,
plafon nya menganga, tidak memiliki lemari, meja dan kursi dihiasi corat-coret
yang indah, bingkai dari poto-poto pahlawan terpasang miring bagaikan habis
gempa yang melanda kelas tersebut, debu-debu bertaburan di celah-celah daun
jendela tak berkaca, wangi kelas nya itu memiliki khas bau yang sangat dahsyat
yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apakah baunya nya itu ada dijual
di toko parfum apa tidak,seperti bau asam dan bercampur aroma therapy keringat manusia. Sungguh
menyedihkan dan sedikit membanggakan namun itulah KELASKU yang terindah sejagad
raya.
Setiap murid-murid yang telah naik kelas akan mendapatkan
kelas dan teman-teman yang berbeda lagi setelah usai belajar di kelas satu.
Belum ada pelajaran yang akan dipelajari pada hari pertama masuk sekolah dan
pas sekali
untuk cuci mata disaat hiruk pikuknya situasi di
sekolah. Waktunya nongkrong di depan kantin yang
bersebelahan dengan kelas bersama teman-teman baru. Walaupun sedikit canggung
dan aku lebih banyak diam karena mungkin aku merasa asing dengan teman-teman
baru atau masih beradaptasi dengan hal-hal yang baru di kelas dua ini.
3
Seperti biasa, semua masih terasa biasa saja, tidak ada
yang spesial di waktu aku menjalani hari-hari ku sebelumnya dan juga diawal aku
berada di kelas dua ini. Semuanya terasa membosankan dan selalu kukatakan dalam
hati “aku ingin merasakan dimana hati ku kadang-kadang merindui seseorang dan
mengatakan bahwa aku sedang mencintai sosok yang ada dalam pikiran dan hati ku.
“ Disinilah keinginan remaja yang menggebu-gebu untuk mengenal akan CINTA dan
kelihatan berlebihan untuk mengungkapkan perasaan nya. Aku belum berani
mengambil keputusan untuk serius menjalani hubungan dengan sosok yang akan
dicintai. Selain masih dikategorikan anak ingusan juga dikarenakan aku masih ingin
menghabiskan waktuku hanya untuk bermain-main,
menikmati sisa sekolah
ku,nongkrong,jalan-jalan,mengenali semua hal yang belum
pernah dilakukan dan pastinya itu bukan mengenai pelajaran sekolah.
Semua berbalik, hari itu seorang gadis yang mungkin dalam
pandangan sebagian teman-temanku dia adalah sosok yang biasa-biasa saja tapi
berbeda dengan pandanganku. Dia natural, manis, melankolis, baik dan senyumnya
membuat aku sampai kelihatan bodoh oleh teman-teman yang duduk disebelah ku,aku
tidak sadar bahwa mereka sedang memperhatikan ekspresi wajahku dengan mulut
yang sedang terbuka lebar dan mata tidak berkedip untuk beberapa detik. Seakan
ada sesuatu yang membuat diriku tertarik ingin mengenali nya lebih dalam,sungguh
indah nya ciptaan tuhan yang sedang ku lihat saat itu, apakah aku bisa
berkenalan dengannya ?
Pucuk dicinta ulampun tiba, salah satu panitia OSIS
menugaskannya meminta semua tanda tangan kepada kakak kelas yang ada didekatnya
termasuk diriku yang waktu itu nongkrong didekatnya yang ditugaskan untuk meminta
tanda tangan. KEBETULAN,bukan! ini bukan kebetulan namanya tapi sesuatu yang indah
sudah direncanakan oleh yang maha kuasa dan kita tidak penah tau kapan momen
itu muncul dalam kehidupan kita. Disinilah aku mulai merasakan perasaanku yang
aneh,ingin lebih dekat tapi gugup dan rasa takut yang muncul dan jujur aku tak
bisa mengalihkan pandanganku padanya,apakah ini yang namanya jatuh cinta ? entahlah,aku pun tak tahu pada waktu itu. Dia mulai
berjalan mendekati aku dan hatiku semakin penasaran ingin melihatnya semakin dekat dan semakin
jantung ini berdetak cepat dibuatnya,kenapa ini ? apakah ini penyakit baru ?
atau jangan-jangan aku masih belum peka terhadap cinta pada pandangan pertama.
Pikiran negatifku mulai menghantui bahwa dia tidak akan suka jika nanti aku mengajaknya berkenalan dan akan menganggap aku over-self-confident.
4
Dalam benakku,aku yakin dia mau berkenalan dengan ku dan
ini lah saat yang tepat menurutku untuk memulai semuanya. Dia mulai tersenyum
padaku, sontak saja aku pun mulai membalas senyuman manis itu.
” Maaf kak ganggu,boleh saya meminta tanda tangan nya ?”
“ ia boleh,,sini kertas dan penanya “ (dengan senyuman)
Setelah aku memberikan tanda tanganku di atas kertasnya,aku tidak sengaja
tertawa karena melihat nya lugu sekali, memakai kaos kaki yang berbeda warna
dan tali rapia yang menjadi penghias rambutnya.
“hahahah . . . “
“kenapa ketawa kak ? “
“nggak ada apa-apa ,cuma ingin ketawa aja.”
Dengan wajah agak kesal karena melihat ketawaku tadi dia pun berniat untuk
cepat-cepat pergi dari hadapanku.
“
terima kasih kak.. “
Aku pun tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengannya.
“ ehh..tunggu..! boleh saya berkenalan
dengan kamu ? kalau boleh sih,kalau
kamu mengatakan tidak boleh , saya
akan terus memaksa kamu harus
bilang boleh hehehe .“
“
ia kak,boleh kok kak “
Aku seakan-akan memenangkan sebuah lotre dan bahagia minta ampun setelah
dia mengatakan boleh dan mau berkenalan denganku. Lalu aku memberikan tanganku
untuk berjabat tangan,
“
Nama ku Robi dan kamu ? “ sambil berjabat tangan.
“
Nama saya Ana kak.”
“
oh Ana, terimakasih udah mau berkenalan
dengan Robi . “
“
sama-sama kak “
“ udah,jangan panggil dengan sebutan
kakak lagi,panggil saja Robi biar kita
bisa lebih dekat
.” pintaku..
“ ia kak,eh Rob..”
“
nah gitu dong,lebih enak didengarnya kalau dipanggil dengan sebutan
nama saja."
“ ia Rob,Ana harus lanjutin tugas Ana
lagi nih Rob,ga apa-apa kan ? “
“
oh ia ga apa-apa,siapkan lah Na tugas kamu.. “
Dia pun berjalan
pelan-pelan menjauh dari hadapanku tapi tetap pandanganku tidak lepas dari
sosok nya yang makin lama makin hilang dari penglihatanku. Aku pun merasa tidak
puas dengan perkenalan singkat dengannya. Hati ini menginginkannya berbicara
lebih banyak lagi dan dekat dengannya. Tapi apa daya , Ana harus melanjutkan
tugas nya untuk mendapatkan tanda tangan kakak kelas sesuai jumlah dan waktu
yang telah ditentukan oleh panitia OSIS. Ini Sama hal nya dengan suatu tujuan yang belum kita selesaikan tapi kita masih
ngotot untuk menyelesaikannya walaupun itu terasa sulit dan ingat sulit belum
tentu mustahil bukan?
Pikiranku masih
dibayang-bayangi paras wajahnya yang sering hadir disaat aku mengenang kejadian
itu, hatiku senang bercampur penasaran yang sungguh menyiksa benakku.
Dimana ,kapan dan bagaimana aku bisa
lebih dekat dengannya ? itu lah pertanyaan yang ada dalam pikiranku pada saat
itu. Harapan dan doalah yang akan menjawab semua keinginanku jika diniatkan
dengan baik pada siapa saja yang yakin pasti ada kesempatan cuma masalah waktu saja. Seperti biasa,
anak-anak remaja masih hangat-hangat nya untuk jalan-jalan,nogkrong,melakukan
hal yang berbeda dan tidak peduli apapun, lepas,bebas, selalu ingin mempunyai
kesenangan dalam hidup dan sulit mengerti dampaknya. Hari itu menunjukkan pukul
12 siang dan semua siswa sekolah itu diperbolehkan pulang cepat dan aku memilih
nogkrong daripada pulang ke rumah yang menurutku waktu itu adalah tempat yang
membatasi gelora anak muda yang ingin melakukan suatu yang baru. Selama aku
berada di tengah-tengah keasyikan canda, tawa dan obrolan yang tidak penting
diantara teman-temanku,aku tidak berhenti mengingat perkenalan itu dan selalu
berusaha mengulanginya, ah entahlah kenapa lagi dengan diriku.
5
Ketika kita jatuh
cinta, cinta itulah yang menggerakkan kita untuk melakukan sebuah perhatian,
doa bahkan pengorbanan untuknya…
Suara
hati menggumamkan suaranya lalu mengalir kedalam pikiran ku dan menciptkan
hasrat ingin memilikimu,Semua itu karena mu. Tiada hal lain lagi selain aku
harus berusaha untuk mengetahui siapa dirimu dan bagaimana dirimu sebenarnya.
Setibanya aku pulang ke rumah, langsung bergegas ke kamarku dan melihat wajahku
di cermin yang menghiasi lemari pakaian ku. Disitulah aku pandangi wajahku ini
dan bertanya apakah aku pantas mendapatkannya dengan kekurangan diri seperti
ini. Ketidakpercayaan diri ini lah yang kadang-kadang mengganggu semua hasrat
dan keinginanku untuk lebih mengenal perempuan yang disukai .
Kejenuhan
di kamar berjam-jam pun mulai menguasai diriku dan rasanya aku ingin keluar
untuk bermain tapi tidak tahu dimana dan dengan siapa. Hasil nya nihil,sampai
waktu menunjukkan pukul 7 malam,aku pun tidak beranjak dari atas tempat tidurku
itu karena kebingungan harus berbuat apa pada waktu itu. Beberapa menit
kemudian, temanku bernama Asih mengirimkan SMS ke telepon genggam ku dan,
“triiiiitttt
tiiriiriitt tiiit tiitt…..
“isi
sms nya “ Rob,main lah kerumah,aku suntuk nih ga ada teman
ngobrol.”
“balasan sms ku “
oke,siapin minuman dan makanan ya Sih heheh.”
Aku pun berganti
pakaian, dan entah kenapa malam itu aku sedikit maskulin dan wangi parfum isi
ulang ku tercium sangat menyengatkan hidung ku, maklum parfum anak sekolahan.
Aku bergegas mengambil kunci motorku dan tancap gas menuju rumah Asih yang
jaraknya tidak jauh dari rumahku.Setelah tiba di rumahnya, aku memarkirkan sepeda
motorku di halaman rumah Asih dan layaknya orang bertamu pasti memanggil nama
orang yang ingin kita jumpai, Dia pun
keluar dari rumahnya dan menyapaku dengan ramah.
6
“ Wah,cepat banget sampai nya ? “
“ rumah kita kan dekat Sih,jadi ya agak cepat . “
“
tapiii,ngomong-ngomong kok rapi banget malam ini,seperti mau
ngapelin cewek mu aja ? “
“
ah ga kok,biasa saja kayaknya..kamu aja menilai berlebihan..”
“
tapi beneran loh Rob,kamu beda banget jadi pangling aku haha”
Sebenarnya memang aku
agak berbeda malam itu,entah kenapa seperti ada yang mendorong ku untuk berpenampilan
lebih baik. Karena biasanya aku main dan mengunjungi rumah Asih tidak pernah
mecolok seperti itu. Tapi ya sudah lah, lagi pula sudah terlanjur dan mau
diapain lagi. Tiba-tiba sia Asih membuka pembicaraan terlebih dahulu,
“ Eh Rob, gimana teman-teman baru dikelas mu ? asik ga ? “
“
ya lumayan, tapi kelas nya itu yang agak mengharukan “
“
hahaha,itu udah biasa lagi Rob,kita semua sama,semua kelas tidak
ada yang direnovasi ,dan memperihatinkan,dan
sebetulnya pemerintah
lah harus peka dengan semua
keadaan itu,bagaimana kita bisa belajar
dengan konsentrasi jika keadaan kelas nya seperti
itu,ya ga ? “
“
ia sih,ya sudah lah…urusan mereka itu,untuk apa ambil pusing,ya ga?”
Kami berdua menyeduh
sirup merah yang dibuat oleh pembantunya,manis dan menjadi penyegar dahaga sambil
mengobrol . Tapi tidak lama kemudian, Si Asih pun melirik ku dengan
senyum-senyum sendiri yang terlihat aneh menurut pandanganku, entah apa yang
ada di dalam pikirannya,aku pun merasa
risih dilihatin sambil disenyumin seperti itu. Aku rasa dia menyimpan sesuatu
tentang diriku,tapi apa ya. Langsung saja aku bertanya pada nya daripada
penasaran dengan apa yang ia sembunyikan dibalik senyumannya itu.
7
“ Sih…apa sih yang kamu senyumi ? “
“
hehe ga,aku mendengar cerita di sekolah kalau kamu berkenalan
dengan Ana,benar ? “
“
oh,ia benar..kamu kenal dengan Ana ? “
“
Bukan kenal lagi,nohh dia tetangga ku,itu rumah nya di depan gang
rumah ku “
Astaga,KEBETULAN ! bukan! Ini bukan KEBETULAN lagi,
ini adalah sesuatu yang telah direncanakan oleh yang maha kuasa dan maha tahu
semua harapan dan keinginan kita. Aku meminta Asih untuk membujuk dan membawa
nya ke rumah Asih secepat mungkin. Ini lah saat-saat dimana aku bisa merasakan
jantung ku berdetak sangat cepat jika aku bertemu dan memandang wajahnya secara
langsung. Asih pun mau menolong ku untuk menjemput nya, dalam hati kecilku dia
pasti tidak mau datang dan berkenalan lebih jauh dengan ku malam itu. Dan
ternyata itu sebaliknya, akhirnya Asih berhasil membujuknya untuk main ke
rumah.
Ana pun datang, aku semakin gugup dan tidak tahu
harus memulai darimana untuk mencairkan suasana dengannya. Aku terlihat begitu
kaku dan tidak mengasyikkan dihadapannya, apa seperti ini kah yang namanya
jatuh cinta ? . Tapi aku terus mencoba untuk melakukan apa yang bisa aku
lakukan pada nya agar tidak kelihatan kaku dan membosankan. Dia terlihat manis
sekali malam itu, menggunakan baju merah dan celana jeans sederhana dan memang
gayanya tidak terlalu mencolok atau bisa dibilang biasa saja. Aku suka sekali
karakter gadis yang terlihat apa adanya
seperti Ana. Dia pun mulai memberikan senyuman sewaktu aku melihat wajah nya yang terus menghiasi pikiran ku itu
. Aku semakin yakin suatu saat nanti dia adalah milikku dan itu semua kehendak
yang maha kuasa. Dia pun menyapa ku dengan suara lembutnya,
“ Hai Rob.. “
“
Eh ia haii jugaa Na“
“
Dengan siapa kamu kesini ? “
“
Oh,aku sendiri aja Na.. “
“
Oh gitu,kamu dekat ya dengan Asih ? “
“ dekat banget , dia teman
dekatku Na, ternyata rumahmu dekat ya
dengan si Asih.”
“ Ia, kami sejak kecil udah bertetanggaan”
“
Oh begitu, ngomong-ngomong bagaimana dengan SMA kita,suka?”
“
Suka dan memang SMA itu lah pilihan Ana sebelum lulus. “
“
Syukur deh kalo kamu suka dengan SMA itu “
Asih pun ikut dalam pembicaraan kami dan selalu
saja banyak obrolan dan candaan diantara kami, Disinilah awal dimana
pembicaraan kami berdua telah mengantarkan kami kedalam kecocokan dan keinginan
untuk mengetahui diri kami satu sama lain. Dia pun tidak kaku berbicara dengan
ku,selalu ada saja bahan untuk dibicarakan mengenai dirinya dan kegiatannya,
begitu juga dengan ku. Semakin terus ku
pandangi wajah nya,semakin kuat hasrat ku ingin memilikinya walau baru satu
hari aku berkenalan dengannya,tapi aku sudah merasa dia seperti wanita yang aku
inginkan.
Tapi
apakah dia merasakan hal yang sama dengan ku , hati kecil ku berkata bahwa dia
belum merasakan hal yang sama layaknya aku rasakan, dan itu benar. Menurutku
wanita itu sulit jatuh cinta dan mereka biasanya melihat sebuah pengorbanan dan
keseriusan lelaki yang mencintainya terlebih dulu. Karena wanita adalah makhluk
yang sulit menumbuhkan cinta dan sulit juga untuk melupakan cinta yang telah pergi. Walaupun begitu, aku masih berusaha
mengambil hatinya dengan berbagai cara dan aku tidak ingin cintaku ini bertepuk
sebelah tangan. Kesulitan ini lah yang menantangku untuk terus mengejar untuk
mendapatkan hatinya, Sudah tentu aku memikirkan matang-matang apa resiko yang
aku alami jika aku gagal dalam merebut hatinya. Berani mencintai berani juga
sakit hati jika kita sudah benar-benar ingin menjalin suatu ikatan khusus
dengan seseorang yang kita cintai . Walau kadang-kadang banyak orang yang
kecewa jika apa yang mereka harapkan tidak terwujud sesuai kenyataannya, mereka
harus mengambil langkah untuk mencari cara bagaimana menaklukkan hati kaum hawa
menjadi berubah haluan untuk mencintai kita.
Malam
itu terasa semakin cepat berlalu, Ana pun terlihat gelisah berada di rumah Asih
karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
8
Ini lah hal yang tidak
aku sukai yaitu waktu sebagai pemisah pertemuan kami. Mungkin bukan aku saja
yang benci merasakan hal seperti ini, diluaran sana mungkin banyak orang yang
tidak menyukai waktu sebagai pembatas kebersamaan dengan orang yang kita suka
dan kita rindukan. Tapi mau ga mau aku harus mengerti situasi saat itu, untuk
anak yang masih sekolah, itu sudah waktunya berada dirumah dan juga karena
keluarga Ana adalah keluarga baik-baik serta keluarga yang mengutamakan untuk
menjaga anak gadisnya super ketat
agar tidak terjadi hal-hal negatif yang bisa mempengaruhi nya.
“ Rob,udah pukul 9,aku harus cepat-cepat pulang dan takut ayah
mencari
ku karena aku tidak berada di rumah . “
“ Oh ia Na “
“
kok cepat banget sih Na pulangnya “, Tanya si Asih
“
Ia Sih, macam kamu ga kenal ayahku saja gimana dia mendidik anak-
anak nya . “
“
Kasian si Robi tuh Na, masih ingin lihat
kamu lebih lama hehe “
“
husss, ga lucu ah Sih ”.
“
hahaha , ya udah aku atau Robi yang antar pulang Na ? “
“
Sama kamu aja Sih, ga enak dilihat keluargaku di rumah kalau
cowok yang akan mengantarkan ku, lagi pula kami baru kenalan“.
“ Ya udah, yuk aku antar.. “
“
Ok, Ana pulang dulu ya Rob, kapan-kapan kita ngobrol lagi.. “
“
Ia Na , Robi senang bisa kenal Ana,
semoga kita bisa ketemu dan
ngobrol lagi ya,oh ya Robi
lupa.. boleh Robi minta nomor telepon Na ? “
“
Ia boleh kok, ini ….. sambil menyebutkan nomor telepon nya pada ku
“
Sihiyyy.. mau PDKT-an nih ceritanya Rob “, sambung si Asih
“
Udah diem Sih, jangan bawel ahh.. “
“ Ya udah, Ana pamit pulang dulu ya
Rob.. “
“ Oh ia Na.. thanks udah mau datang kesini dan juga nomor
telepon nya“
“ Sama-sama Rob, Bye Rob “
“ Bye Na.. “
Akhirnya
dia pun meninggalkan rumah Asih dan pulang bersama Asih yang mengantarkannya
waktu itu, walau sebenarnya aku berharap sekali mengantarkannya pulang, mungkin
kesempatan itu belum berpihak padaku. Setelah itu ,aku benar-benar merasakan
kalau diriku ini suka dengan semua yang ada dalam dirinya seperti sifat,
senyuman, keramahan dan kelembutan yang telah menutupi semua keraguanku akan
kekurangan yang mungkin ada pada dirinya. Aku semakin tergila-gila akan sosok
dirinya, Ingin sekali aku berlama-lama bersamanya dan mengenal lebih jauh
tentangnya tanpa ada waktu yang memisahkan pertemuan kami. Andai saja waktu
bisa ku hentikan, mungkin aku bisa memberi kesan yang lebih baik lagi dalam
pertemuan kami, tapi apa boleh buat,itu tidak akan mungkin terjadi.
Waktu
pun semakin terus dan terus berjalan hingga malam pun semakin larut. Saatnya
aku pulang ke rumah dan beristirahat untuk aktifitas esok hari. Dalam
perjalanan mengendarai sepeda motor ku, seolah-olah bayangannya terus saja mengingatkan
aku pada wajah,senyuman,candaan dan keramahannya. Sebelumnya aku pernah
berhubungan dengan wanita tapi aku tidak pernah merasakan hal seperti ini
sebelumnya, inikah yang namanya sungguh-sungguh dalam hal jatuh cinta ? . Aku
pun tiba di rumah dan masuk ke dalam kamar ku dimana tempat yang sederhana tapi
disitu lah aku bisa membuat ketenangan tersendiri. Lelahku sudah memuncak dan
secepat mungkin aku ingin menghilangkan rasa letih dalam istirahatku. Ku
baringkan tubuhku di atas tempat tidur
dan lagi –lagi ku teringat dirinya, akankah dia merasakan dan memikirkan
hal yang sama seperti ku. Terus membayanginya sampai akhirnya bisa memejamkan
mata untuk melampiaskan lelahku akan aktifitas yang menguras tenaga hari ini.
Jatuh
cinta itu membuat semuanya menjadi baik-baik saja dan lebih merasakan keindahan
maupun kebahagiaan yang tidak bisa kita beli dengan uang sekalipun. Banyak
manusia yang ingin menumbuhkan rasa jatuh cinta itu yang dapat menghiasi
hal-hal positif dalam pikirannya. Jatuh cinta itu juga bisa mengurangi beban
masalah hidup kita dan jatuh cinta lah yang dapat membuat kita ceria dan
bermalas - malasan untuk bersedih.
9
Kita tidak bisa
mengelak dari perasaan kita yang tumbuh dengan sendirinya, terlebih kita harus
melanjutkan bagaimana agar ia tetap utuh di hati kita..
Matahari
pagi pun menampakkan dirinya,dan aku terbangun dari tidurku untuk melanjutkan
apa yang menjadi rutinitasku dalam keseharian yaitu pergi ke sekolah sebagai seorang pelajar putih
abu-abu. Sudah tentu , banyak dari ribuan manusia di muka bumi ini suka
bermalas-malasan jika tujuan mereka di pagi hari adalah bersekolah. Rasa nya
malas banget,ingin berontak tapi itu adalah tuntutan pendidikan untuk masa
depan kita. Merasakan malasnya pergi ke sekolah , melihat wajah-wajah guru yang
mengesalkan, dan beberapa mata pelajaran yang membosankan pada saat itu.
Setelah berkenalan dengan Ana dan merasakan bahwa aku sudah mulai tertarik
padanya, segala hal yang dalam diriku terasa malas dan membosankan menjadi
berbalik arah. Aku jadi semangat bersekolah, ingin cepat-cepat sampai ke
sekolah dan kalau bisa aku menginap di sekolah.
Itu
semua pasti ada penyebabnya, sudah jelas Ana lah penyebab dan pembangkit
semangat ini. Mungkin bukan aku saja yang pernah merasakan hal ini, setiap
orang juga pernah, ini sangat manusiawi ku rasa. Tanpa menyantap sarapan yang
dibuat oleh ibuku, Segera saja aku tancapkan gas sepeda motorku agar tiba di
sekolah dengan cepat. Aku berharap bisa melihat nya di sekolah pagi itu dan
menyapa nya. Ternyata tidak ada ku jumpai dia di sekolah saat aku di sekolah,
paling sialnya lagi, sekolah ku pagi itu
sangat sepi sekali dan tidak banyak murid-murid berkeliaran dalam sekolah
tersebut. Rupanya aku kecepatan datang ke sekolah sekitar jam enam pagi, astaga
sungguh murid yang sangat teladan dan rajin ku rasa dalam hari itu.
Tiada
yang penting ku lakukan di sekolah selain ingin mengintai dan mencari tahu
perkembangan Ana di sekolah. Selalu jumpa dengan dirinya saat di kantin, tapi
aku hanya bisa memberikan senyuman pada nya. Padahal banyak sekali yang ingin
aku katakan namun aku tak bisa, seolah-olah mulutku terkunci dan gugup mau
berkata apa. Kesal bercampur marah pun masuk kedalam pikiranku, selalu saja aku
melewatkan momen-momen disaat aku ingin ngobrol dengannya tapi tak berani dan
gugup.
10
Bagaimana
aku bisa mendapatkannya jika aku seperti ini di hadapannya, jika aku
berlama-lama seperti ini, bisa jadi Ana dimiliki orang lain. Inilah yang belum
bisa ku rubah dalam diriku hari-hari itu. Lonceng waktu istirahat kedua pun
berbunyi, target harus dicapai, yaitu bisa menyapanya dan mengajak nya bicara.
Aku harus mengalahkan ketakutan dikarenakan ketidak percayaan diriku ini.
Sewaktu aku beranikan diri berjalan ke tempatnya dimana dia sedang bercanda
gurau dengan teman-temannya, tiba-tiba teeeeettttttt….!! lonceng istirahat pun
berbunyi menandakan waktu istirahat telah habis.Sial Gagal lagi ! Ana dan
teman-temannya pun bergegas masuk ke kelas. Ini adalah penghalang usahaku untuk
sekian kali nya, tapi aku yakin ada celah yang bisa membuat ku bisa melakukan
apa yang aku mau dan yakini.
Waktu pulang sekolah pun tiba, kali ini cara ku
adalah menunggu Asih keluar dari kelasnya yang kebetulan Asih adalah temanku
dan juga tetangga Ana agar meminta bantuan Asih mengajak Ana untuk berkunjung
ke rumah nya malam ini. Ide ku tidak akan pernah berhenti sebelum aku
benar-benar mengatakan kata nyerah,banyak jalan menuju Roma. Setelah Asih
keluar dari kelas nya, aku sudah menunggu di dekat gerbang sekolah dan
mengatakan semua rencana ku itu. Syukurlah,Asih pun mau membantu ku. Semua
berjalan mulus, Asih menelpon ku dan mengatakan bahwa Ana mau datang dan main
ke rumah nya malam ini. Hati ini senang sekali mendegar berita itu, berarti ada
respon yang baik darinya terhadap ku, atau dia juga senang berkenalan dengan ku
bukan karena terpaksa karena aku adalah teman Asih.
Waktu terasa lambat berputar pada hari itu,selalu aku
lihat jam tanganku untuk menunggu jam 7 malam. Waktu yang dinantikan pun
akhirnya tiba, aku bersiap-siap mengunjungi rumah Asih untuk bertemu dengan
Ana. Di rumah Asih, Ana sudah duluan datang, dia sedang berbicara dengan Asih
dan...
“ Nahh itu Robi… “ucap si Asih
“
Haii..Sih.. haii Na.. “
“
Haii.. “
Senyuman nya bisa ku
lihat kembali , senyuman nya itu yang membuat aku tak pernah berhenti
memikirkannya,dan itu juga yang membuat aku terus berusaha memilikinya walaupun
aku belum tahu apakah dia berpikir sama denganku yang selalu memikirkannya.
11
“
sepertinya asik nih,lagi nge-bicarain apa ? “
“
ga ada,cuma ngobrol-ngobrol biasa aja Rob.. “
“
ya udah, aku ke dalam dulu ya Rob ? “ kata Asih
“
oh ia Sih..kalau bisa lama-lama ya Sih hehehe “
“
ia deh,demi Robi dan Ana, aku lama-lama deh “
“
Ngeledek aja kamu Sih “ ucap Ana
Setelah
Asih masuk ke dalam rumahnya untuk membantu misiku yang ingin mendekati Ana,
pikiran ku mulai tidak karuan dan tidak tahu harus memulai pembicaraan tentang
apa. Aku memainkan Handphoneku dan
mau tahu apa yang aku perbuat terhadap Handphone
itu ? aku selalu menekan tombol Menu dan
Exit, Cuma itu saja yang aku lakukan
berkali-kali tanpa lelah dan bosan. Sedangkan Ana juga sibuk memperhatikan Handphonenya tanpa memperhatikan aku dan
mencoba memulai obrolan denganku. Aku terus berpikir untuk tidak membuang-buang
waktu bersamanya.Aku beranikan saja untuk memulai duluan…
“ Na, udah mandi na ?
“ dia pun menjawab dengan tertawa
kecil..
“ ya udah lah Rob,pertanyaan kamu
itu lucu banget..kenapa kamu ga
nanya aja udah gosok gigi apa belum ? “
“ hahaha, cuma canda aja
Na..daripada kita ga ada bahan obrolan “
“ hahaha, bisa aja kamu Rob. “
“ tadi di sekolah kamu udah belajar
Na ?
“ Belum Rob, guru-guru dari semua
mata pelajaran hanya
memperkenalkan diri saja. “
“ Oh gitu, jadwal mata pelajaran
udah dapat Na ? “
12
“ udah semua Rob, tinggal proses
belajar nya saja yang belum. Oh ya,Robi
tinggal dimana ? “
“ Robi tinggal di rumah Na..hehe “
“ hahaha, serius ah Rob .. “
“ di jalan Sudirman Na .kenapa Na,
mau berkunjung ya ? ntar aja ya pas
lebaran datangnya ya haha“
“ hahaha selalu aja bercanda ,
Robi..Robi.. “
“ hehehe,daripada kita diam-diaman
bagus kita cari bahan untuk
tertawa,karena ketawa itu buat awet muda . “
“ hahah bener..bener , Ana setuju
dengan Robi.. “
Obrolan
kami semakin dihiasi canda tawa , dan aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa
mencairkan kebekuan untuk lebih akrab dengannya. Begitu pun dengan Ana,dia juga
bisa membuat dirinya tidak kaku didepan ku dan selalu memberikan bahan obrolan
untuk kami berdua. Kami mengobrol dengan tertawa terbahak-bahak tanpa pernah
sekalipun memikirkan bahwa kami sedang berada di rumah orang lain. Ini adalah
hari kedua dimana aku bisa lebih tau bagaimana watak sosok Ana dan sikapnya
juga didepan ku .
Hari
demi hari aku lakukan kegiatan ekstrakulikuler ini di setiap malam ataupun sore
yaitu berkunjung kerumah Asih dan bertemu Ana disana. Kenapa harus rumah Asih
yang menjadi tempat yang bersejarah
dalam mendekati Ana,karena ayah Ana paling anti dengan laki-laki yang main ke
rumah Ana. Mentalku belum siap menghadapi ayahnya,karena aku pikir mungkin kami
masih seorang pelajar. Tidak pernah aku Absent
dari kegiatan dalam pelajaran mengenai perasaan ini. Kami semakin dekat dan
semakin dekat, kami sudah mulai berkomunikasi lewat SMS dan telepon. Sepertinya dia sudah mulai Klik dengan ku dan aku juga tidak segan untuk perhatian dengannya
layaknya seperti orang yang sudah menjalin suatu hubungan.
13
Hati ini semakin menggebu-gebu ingin memilikinya,tapi
tetap saja keraguan menghantui dan kadang-kadang menghentikan langkahku
mengejar nya. Apa yang ada dalam isi hati ini serasa berontak ingin keluar dari
relung hati dan mengatakan bahwa aku cinta padanya. Keraguan itu juga terkadang
mendatangkan kekalahan yang tidak kita inginkan dan kita pun terlena akan
ketidak berdayaan dari semua yang ingin kita raih. Sewaktu aku melihat sebuah
film hollywood di televisi dan
walaupun aku lupa dengan judul film tersebut, aku tidak pernah lupa dengan
kata-kata yang dilontarkan peran utama film tersebut,aktor nya mengatakan “ The
love will never see what you are, you just give your sacrifice although you’re
failed but you’ll win because being brave to loving somebody“. Cinta tidak
pernah melihat siapa dirimu,berikan saja pengorbananmu walaupun gagal kamu
dinyatakan menang karena sudah berani mencintai seseorang.
Kata-kata
itu membuat aku bersemangat dan melupakan apa yang akan terjadi nantinya,yang
jelas aku sudah ada keberanian mengungkapkan apa yang ada dalam hati ini yaitu ingin
memiliki mu walaupun harus menelan pahit-pahit resikonya. Aku memberanikan diri
untuk mengajak nya makan malam bersama pada malam minggu, dan segera saja dia mau
dengan ajakan ku tadi . Malam itu aku menjemputnya di belakang rumahnya,seperti
yang ku katakan sebelumnya bahwa ayah nya Ana tidak mau melihat anak perempuan
nya dekat dengan laki-laki mana pun . Ana sangat indah dipandang oleh kedua
mataku,walau penampilannya tidak mencolok dan biasa saja,tetap dia kelihatan
cantik bagiku. Bukan aku saja yang mengejar-ngejar dia waktu itu,banyak
pria-pria yang mengejarnya bahkan lebih baik dari pada diriku. Dan itu bukan
menjadi hambatan untuk memilikinya, karena aku harus tetap menunjukkan
keseriusanku. Kami pun pergi ke sebuah restoran kecil untuk makan malam bersama
dan ngobrol mengenai kami berdua . Tapi malam itu ku lihat wajahnya pucat
sekali seperti sedang sakit dan sempat ku bertanya padanya.
“ Na,kamu lagi sakit ya ? “
“
Ga kok Rob “
“
Oh,kirain kamu lagi ga enak badan Na “
“
Ana baik-baik aja kok Rob “
“
Ya udah,syukur deh kalau Ana ga apa-apa “
14
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9, dan aku
harus mengantarkannya pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang,aku terus berpikir
untuk menyatakan perasaanku malam ini juga atau tidak. Ketakutan ini masih ada,
dan hati kecil ini ingin sekali malam ini menyatakan semua yang aku rasakan
padanya. Dengan berbekal sedikit keberanian, setelah kami tiba di belakang
rumah Ana, aku pun langsung memberanikan diri ingin membicarakan sesuatu hal
pada nya saat itu.
“ Na,Robi boleh ngomong sesuatu sebentar ? “
“
Boleh kok Rob,apa itu Rob? Kelihatannya serius ? “
“
Tapi,kalau menurut Ana,Robi salah mengatakan hal ini ke Ana,
Ana ga marah kan dengan Robi ? “
“
Kamu ngomong aja belum Rob,gimana Ana tau kamu salah apa
ga nya . lucu kamu Rob hehe .. “
“
Robi serius loh Na .. “
“
Ia Rob,ngomong lah Rob.. Ana mau dengar. “
“
ee..anu Na.. “
“
Anu apa sih Rob ? yang jelas kenapa ? “
“
Ia Na,bingung mau mulai dari mana Na “
“
Ana ga ngerti sama kamu Rob,tentang apa sih Rob ? “
“
eeee..Tentang isi hati Robi Na… “
“
Haa? emang kenapa dengan hatimu Rob ? “
“
eeee gini..jujur,pertama kali Robi lihat Ana di sekolah,Robi sudah mulai
suka dengan Ana. Dan sekarang
rasa suka itu berubah menjadi rasa
sayang, rasa dan menginginkan Ana
jadi pacar Robi “
“
Kenapa Robi memilih Ana ? apa alasan Robi ? “
“ Bukan Robi yang memilih Ana,tapi hati ini
yang menunjuk dan
memilih Ana lah yang pantas buat Robi dan
untuk hari-hari Robi. “
“
Rob..Ana banyak sekali kekurangan dan Ana rasa Ana bukan yang
terbaik buat Robi saat ini,
banyak wanita yang lebih baik dari Ana yang
bisa
Robi dapatkan. “
“
Robi tau Na..Banyak diluaran sana yang melebihi Ana dan mungkin
ada yang lebih baik dibandingkan
Ana,tapi yang seperti Ana cuma satu
dintara ribuan wanita itu, Ana berbeda dari
yang lainnya.
“
Maafkan Ana Rob… Ana belum bisa untuk saat ini.. bukan karena Ana
tidak
menyukai Robi,Ana senang dekat dengan Robi, Robi baik tapi ada
sesuatu yang Robi tidak mengerti dengan diri
Ana. Ana harap Robi bisa
ngertiin Ana saat ini. “
Dia pun meninggalkan ku dengan senyuman kecilnya yang
terindah itu sebelum dia masuk ke dalam rumah . Aku yang tidak tahu lagi mau
berbuat apa, harus terdiam dan berpikir apakah ini hanya mimpi atau tidak. Rasa
sakit pasti aku rasakan pada waktu itu,mungkin semua orang pernah merasakan nya
dimana perasaan kita terhadap seseorang yang kita mulai sayangi ternyata belum
bisa membuatnya berbalik ingin menjadikan kita sosok orang yang special buat hidupnya juga.
Perasaan ku pada malam itu tidak karuan dan sungguh
berat sekali aku harus menanggung beban itu,seolah-olah harapan dan impian
sirna semua. Berkali-kali ku coba untuk menghibur diri ku namun tidak bisa
dipungkiri bahwa aku tetap saja bersedih memikirkannya dan selalu bertanya
dalam hati kecil ku, kenapa dia tidak menginginkan aku, apa salah ku , apakah
dia bukan untukku, apakah aku bukan impiannya, apakah aku korban dari semua
kisah ilusi cinta yang pernah ada di dunia ini ? . Kemarahan dan keegoisan ku
memuncak seolah-olah aku tidak terima apa yang telah dikatakan Ana kepadaku.
Semakin aku memikirkan nya,semakin pikiran ku ini tidak menentu dan sebenarnya
aku takut sekali kehilangannya. Aku berharap ada jalan dan kesempatan lagi
untuk meraih hati dan akan memilikinya,walau ku tahu entah kapan semua itu
menjadi nyata.Saat pertama kali kenal dan dekat dengannya,semua yang ku lalui
di setiap hari ku,hanya lah kebahagiaan dan keindahan terhadap hidup ini. Dan
sekarang berubah menjadi 180 derajat, hidup ku bagaikan ruangan kosong tanpa
dihiasi apapun yang bisa membuat ruangan itu kelihatan indah dan nyaman. Aku
hanya bisa melihatnya dari kejauhan,merindukannya walau aku bukanlah
siapa-siapa buat dirinya. Memang benar,sulit sekali kita pahami jika cinta itu
berputar arah menjadi hal yang menyakitkan hati dan dengan cara apapun untuk
memadamkan rasa sakit itu,tetap saja masih membakar diri kita dan membuat luka.
Kenapa aku harus bertemu pada nya jika aku harus
dihadapi dengan rasa sakit ini, Kenapa harus ada cinta jika rasa rindu tidak
pernah terbalas dan kenapa harus ada luka
jika sebagian orang mengatakan bahwa cinta adalah sebagai obat hati
untuk kebahagiaan dalam kehidupan yang paling mujarab. Kenyataan ini akhirnya harus aku lewati, walau semuanya
terasa seperti mimpi,tetap aku harus bersabar dan yakin suatu saat nanti dia
akan melihat aku lah yang terbaik. Aku yakin tuhan akan memberikan jalan
untukku,mungkin bukan sekarang,nanti dia akan mewujudkan semua harapan yang aku inginkan.
Dari awal aku sudah
tahu apa yang akan terjadi,apa yang akan ku rasakan jika aku sudah menyatakan
apa yang ada dalam hatiku pada Ana. Ingin rasa ini berhenti mencintai nya namun
aku tak sanggup,besar harapanku ingin memilikinya walau ku tahu dia belum tentu
menginginkan ku. Adakah sinar harapan datang untuk kedua kalinya,apakah aku
harus merasakan ini terlebih dahulu agar aku bisa membayar semua untuk
memilikinya. Mencintai bukanlah hal yang selalu membuat kebahagiaan,ia juga
dapat memberikan luka dalam hati kita. Tapi karena cintalah semua perubahan
dalam diri dan dalam kehidupan kita bisa terwujud. Cinta memang indah dan cinta
juga membuat kita lebih mengerti bahwa tidak semua cinta harus kita miliki.
15
Cinta itu misterius,terkadang ia
tidak selalu memudahkan perjalanan cinta kita,ia akan memberikan kita
rintangan agar kita pantas untuk
mendapatkan kebahagiaan dari Cinta ..
Hari-hari itu terasa
lain bagi diriku,seakan-akan keputusasaan sedang tertawa melihat hasil akhir
perjuanganku untuk memilikinya. Semakin aku harus dihadapi dengan kenyataan seperti
ini,semakin aku merindukannya dalam kesendirianku. Tidak pernah bisa aku
melepaskan pikiran ku yang selalu dihiasi tentang dirinya. Tanpa
sepengetahuannya, aku selalu memperhatikan dirinya,peduli pada
nya walau dia tidak tahu apa yang sedang aku lakukan untuk dirinya. Aku selalu
memikirkan bagaimana untuk meluluhkan hati nya dan merebut hatinya lagi untuk
ku. Ana semakin menjauh padaku agar aku tidak merasa terlalu sakit atas
keputusannya. Tapi disaat itu lah hasratku tergerakkan untuk terus meyakini nya
bahwa aku benar-benar mencintainya bukan karena apa yang dia punya,tapi karena
apa yang aku lihat pada dirinya bisa membuat diriku lebih berarti jika aku
memilikinya. Aku tidak pernah lagi berbicara padanya seperti dulu, dan kami
berdua seperti orang asing.
Aku berusaha terus
mendekatinya dan selalu menghubungi melalui handphone
ku. Tapi seakan-akan,aku merasa dia semakin
menjauhi diriku walau aku tidak pernah membicarakan soal hati ini, semakin dia
bersikap seperti itu,semakin aku kuat rasa ini untuk mencintainya. Sering
terlintas bisikan untuk diriku bahwa aku harus melupakan dan menerima kenyataan
ini,tapi aku tak bisa. Di sekolah, dia pun terus menghindari diriku dan tidak
ingin berpapasan dengan ku. “ kenapa
kau lakukan itu kepada ku Na,apakah ini semua salah, jika cinta tumbuh dengan
sendirinya dan menginginkan mu ? “ Sepi , Rindu bercampur menjadi teman dalam
hari-hariku hanya dikarenakan seorang sosok yang aku puja-puja dalam hayalanku.
Ini seperti sebuah perlombaan lari yang tidak memiliki garis Finish dan aku lah pelari nya yang tidak
tahu apa hasilnya dari mencintai Ana.
16
Jika dia bukan orang yang pantas untuk mencintaiku,
maka ajarilah aku untuk lebih baik agar bisa dicintai. Dimana senyuman nya itu
yang bisa membuat dia berarti dalam hati ini, dimana tawanya yang bisa
menghiasi dunia gelap ku ini, apakah takdir bisa merubah semua kehendaknya. Aku
sedang merasakan sakit itu seperti apa yang selama ini ku dengar dari seluruh
pembicaraan orang-orang di muka bumi ini. Dan terkadang juga aku pernah
memberikan rasa sakit itu terhadap orang yang pernah ada dalam hidup ku tapi
aku merasa seolah-olah aku tidak peduli terhadap perasaan mereka.
Aku masih bertahan mencoba meyakini Ana, aku selalu
coba memberikan perhatian pada nya walaupun aku tidak mengharapkan balasan
apapun darinya. Selalu ku ucapkan kata rindu pada nya tapi tak satu pun rindu
itu menjadi bagian dalam diri nya terhadap ku. Aku kehabisan akal menghadapi
situasi ini walaupun benakku masih ingin memiliki nya. Aku masih yakin untuk
melanjutkan perjuangan ini. Asih adalah jalan terakhir buat ku dan dia lah yang
mampu membujuk Ana untuk memberikan waktu nya sedikit untuk berbicara padaku
dan aku bisa mengeluarkan semua yang ada dalam hati ini.
Asih pun menghubungi Ana untuk menceritakan semua
tentang aku padanya,karena setelah aku mengungkapkan isi hatiku pada Ana, aku
tidak pernah lagi bersama–sama , berbicara bahkan melihat wajah nya lebih lama.
Karena dia memang benar-benar ingin menjauhi aku agar aku tidak terlalu kecewa
padanya. Hanya Asih yang bisa melakukan itu semua, dan aku menunggu kabar Asih
dari hasil usahanya untuk meyakini Ana. Keesokan harinya pun aku temui Asih di
sekolah untuk menanyakan kabar nya apakah dia mau bertemu denganku untuk sekali
lagi atau tidak. Asih pun tersenyum padaku dan mengatakan bahwa Ana mau bertemu
denganku. Walaupun itu hanya sebuah pertemuan biasa tapi yang kurasakan
kebahagiaan yang luar biasa dan sepertinya aku sedikit bahagia, walaupun nanti
ada sesuatu yang buruk dan hal yang tidak aku inginkan muncul sewaktu aku
bertemu dengannya. Aku pun terdiam sejenak dan berpikir apa yang harus aku
perbuat jika aku bertemu dengannya.Asih pun menasehati ku agar aku jangan
terlalu berharap banyak dan anggap semuanya seperti biasa agar aku tidak
berlarut-larut dalam kekecewaan.
Kami berdua berjanjian untuk bertemu di sebuah cafe
yang pernah kami kunjungi sebelumnya, dimana ada pemandangan indah yang bisa
dilihat dari atas bukit, dikejauhan terlihat sebuah laut yang tenang dan
matahari masih bersinar indah yang akan bersiap-siap pulang untuk memanggil
malam. Sore itu sungguh cerah tapi belum tentu secerah hatiku waktu itu. Aku
sudah tiba di cafe itu sekitar 30 menit untuk menunggu Ana yang akan datang,
namun sosok Ana belum juga datang ke tempat itu. Lebih dari 30 menit aku masih
setia menunggunya dan hampir minumanku habis dan aku semakin khawatir apakah
dia datang atau tidak.Akhirnya Ana menepati janjinya, dia datang dan mendekati
meja dimana aku duduk. Aku pun memberikan senyuman padanya,begitu juga dengannya.
Aku rindu sekali senyuman manisnya itu, dan aku bisa melihat senyuman Ana lagi
sore itu. Dia memakai baju putih, celana jeans biru dan rambut panjang nya yang
terurai rapi membuat aku susah mengalihkan pandanganku,dia terlihat sederhana
dan hanya seperti itu saja, dia terlihat sempurna di mataku.
“ Maaf Rob, Ana telat . . . “
“
Ga apa-apa Na, kamu mau minum apa Na ? “
“
Hmmm,Juice Orange aja Rob.. “
“
Ok,Robi pesanin dulu.”
Aku
pun memanggil pelayan cafe itu untuk memesan. Setelah beberapa menit , Minuman
pesanan Ana pun telah datang. Tapi aku masih bingung mau mulai berbicara dari
mana, aku jadi canggung dan terasa asing di depan Ana. Apa karena
perkataan-perkataan aku kemarin bahwa aku sudah mulai menyayanginya dan
menjadikan aku lebih berhati - hati berbicara yang bisa membuat mood nya hilang bertemu dengan ku.
“
Na, kamu marah denga Robi ya ?
“ Kok kamu beranggapan
seperti itu ke Ana Rob? “
“ Ia, apa karena Robi telah mengungkapkan isi
hati Robi ke Ana kemarin ? “
“
Tidak kok Rob, kamu jangan berpikiran begitu. Ana senang kok, karena
Robi sudah mau mengungkapkan apa yang Robi
rasakan. “
“
Apakah ada orang lain yang ada di hati Ana saat ini ? “
“
Rob..Ana sulit sekali untuk menyayangi laki-laki dan ga mungkin Ana
menyimpan perasaan untuk orang lain. Robi
bisa lihat kan,selama ini
Ana hanya dekat dengan Robi dan hanya Robi lah
yang saat ini lagi
dekat dengan Ana. “
“
Syukur deh.. “
“
Loh,kok syukur Rob ? “
“
Eh ga Na..ga ada apa-apa kok .“
“
Ana mau tanya sesuatu dengan Robi, boleh ? “
“
Boleh kok Na,apa itu Na ? “
“
Jika suatu hari orang yang Robi sayangi pergi dan mungkin tidak akan
kembali apakah Robi tetap menjaga rasa cinta
Robi ? “
Pertanyaan itu membuat ku terdiam dan masih bingung
mau berbicara apa kepada Ana. Mata Ana melihat ku ,seolah-olah dia mendesak ku
untuk menjawab pertanyaan itu secepatnya. Tampak wajah serius Ana tergambar
jelas di hadapanku.
“ Cinta itu tidak harus selalu bersama, cinta itu adalah hal terindah
yang
tercipta dari tuhan, cinta itu harus tetap
ada walaupun orang yang kita
cintai tidak selalu bersama kita, hanya orang
bodoh yang melupakan
kenangan dari cinta yang pernah diciptakan
oleh diri kita sendiri. “
“ Tapi,kenapa terkadang banyak orang selalu meninggalkan cinta
mereka, jika cinta itu adalah hal terindah
yang diciptakan tuhan ?
“Sebenarnya
mereka tidak meninggalkan nya dan mungkin
kebersamaan mereka saja tidak ada lagi ,tapi
kita tidak tahu apakah
cinta mereka hilang atau tidak, dan Robi
rasa semua orang pernah
melakukannya bahkan dengan disengaja tapi
yakinlah,sebenarnya
mereka masih menyimpan cinta itu walaupun
ruang untuk cinta itu
menjadi kecil di hatinya.“
“
Ana takut..Ana bukan yang terbaik dan tidak bisa membahagiakan
orang yang mencintai Ana Rob.. “
“
Na.. cinta itu diciptakan untuk membuka hati kita bukan untuk menutup
hati kita.Coba Ana bayangin bagaimana hidup
ini jika tidak ada cinta? “
Jujur,Robi beruntung bisa mencintai Ana
sekarang,bukan karena hanya
untuk sebuah status dan trend semata, tanpa
kita berhubungan pun
Robi tetap pegang cinta
ini,dan bersyukur masih bisa merasakan cinta . “
“
Tapi Robi tidak tahu Ana sebenarnya.. “
“
Bukan kah dengan cinta kita bisa mengenal satu sama lain dan berbagi
dalam suka dan duka Na. “
“
Robi yakin dengan Ana dan kehidupan Ana, apapun yang akan terjadi
pada
diri Ana nanti ?
“
Jika Robi tidak yakin Ana yang terbaik, Robi tidak akan berani memulai
untuk mencintai Ana,justru Robi yakin
lah,sekarang Robi bisa mencintai
Ana. “
“ Rob…Ana tahu apa yang Robi rasakan sekarang untuk Ana, dan Ana
juga merasakan hal yang sama terhadap Robi ,
tapi….. “
“
Tapi apa Na ? “
“
Tapi, Ana masih ragu ,Ana tidak bisa membuat Robi bahagia dengan
Ana
seperti orang-orang diluaran sana dengan pasangan nya. “
“
Na.. membahagiakan seseorang memang menjadi kewajiban untuk
orang yang kita cintai tapi bukan untuk
kebahagiaan saja yang ada di
dalam kebersamaan,tapi kesedihan juga bisa
menuaikan arti
kebersamaan untuk hidup kita. “
“
Kamu benar Rob dan Ana setuju dengan apa yang Robi jelaskan
kepada
Ana, Ana ingin Robi jadi yang terbaik buat Ana dan bisa
menjadi orang yang bisa
mengerti Ana .
“
Haaa…. Maksudnya Na ? jadi Ana mau terima Robi jadi pacar Ana ? “
“
Ia Rob,jangan sia-siakan kepercayaan Ana ya Rob “
“
Ini serius Na ? ga sedang bercanda kan ? “
“
Apaan sih kamu Rob,Ia Ana serius Rob.. “
“
Beneran Na ? Robi masih ga percaya“
“
Ya udah kalau ga percaya,ga usah aja kita jadian “
“
ehhhh.. ia ia ia percaya na,jangan ngambek dong Na, jadi kita
pacaran
sekarang kan Na? dengan nada yang penuh semangat
“
Ia Robiiiiii..”
“ Robi senang dengarnya
Na,Robi senang bisa miliki Ana .Robi sayang
dengan Ana.“
“
Ana sebenarnya juga sayang dengan Rob.. “
Semua luka di hati terobati dari sebuah pertemuan
ini,sebuah ketidak pastian untuk dapat mencintai sepenuhnya dan memiliki
Ana,akhirnya terjawab sudah. Hari itu adalah hari yang sangat bahagia bagi ku,
dan ku rasa semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama. Warna kehidupan
ku menampakkan kecerahannya, kegelapan hati menjadi terang kembali akan sosok
diri Ana yang mau menjalin sebuah hubungan denganku. Aku pun memegang tangannya
dan dia pun mengatakan padaku “ jangan tinggalkan Ana Rob, jaga lah Ana seperti
tidak pernah mengenal kata lelah untuk mencintai Ana“ .
Pandangan mata dan ucapannya meluluhkan seluruh
jiwa ini, dan aku tak bisa menolak apa yang telah diucapkannya. Ini sulit
bagiku,aku harus melanjutkan apa yang harus aku buktikan padanya,seberapa besarkah
rasa ini padanya. Dua bulan sudah kami lewati bersama-sama dalam status yang disebut
pacaran, kami pun saling mengenal satu sama lain,menunjukkan
kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri kami masing-masing. Mencintai dan
dicintai adalah suatu penantian yang dinanti-nanti semua manusia, karena hanya
itu lah yang membuat keharmonisan sebuah hubungan. Wajar Ana menjadi rebutan
laki-laki termasuk aku sendiri pada waktu itu, dia begitu ramah, rendah hati, lembut
dalam berbicara dan menyikapi seseorang yang dia kenal. Aku bahagia memilikinya
walau banyak sekali rintangan yang selalu kami alami dalam hubungan ini. Namun
itu bukan menjadi sebuah penghalang untuk terus berusaha mengatasi secara
kepribadian kami.
Dia tidak pernah menuntut apapun terhadap
diriku,dia terus mendukung apapun yang sedang aku perbuat untuk diriku. Dialah
pacar sekaligus teman dalam berbagi dan orang yang selalu mendengarkan semua
masalah dan keluhanku dalam hidup ini. Setiap aku berbicara dan mengeluarkan
semua keluh kesah yang pernah aku alami,dia selalu berbagi nasehat dan aku
selalu merasa damai jika berbicara dengannya . Ana tidak pernah merogoh kantongku
untuk meminta macam-macam yang harus ku beli sebagai tanda hadiah atau
pemberian dariku untuknya.
Terkadang
sebagai pelajar, kami selalu patungan jika kami ingin makan bersama, jalan, dan
bahkan kami pernah menabung bersama lalu sebagian uangnya kadang-kadang disumbangkan ke panti asuhan. Sungguh
indah hubungan kami seperti itu yang pada saat itu aku jarang sekali melihat
remaja memiliki pacar dan melakukan-melakukan hal seperti itu. Apa karena dia
orang susah ? tidak sama sekali, Ana termasuk anak dari keluarga yang berada,
dan bahkan bisa dibilang ayahnya sukses besar. Tapi profile nya yang sederhana membuat aku lebih mencintai sosoknya yang seperti itu.
Sore itu aku dan Ana pun singgah di salah satu angkringan
yang ada di kota kami. Angkringan untuk menyeduh segelas air minum biasa dan
sama sekali tidak mewah. Tempat mewah bukan menjadi tempat favorit kami untuk
mencari kegembiraan dan kebersamaan, malah
tempat-tempat yang sederhana bisa membuat kami lebih nyaman dan lebih
bernilai . Paling penting adalah bukan tempat mewah atau sederhana nya,tapi
kebersamaan kami lah yang membuat semua hal menjadi bahagia.Disana kami pun
bercanda,menceritakan semua tentang hidup atau pengalaman yang pernah kami
alami dan tertawa bersama. Dan aku pun ingin mengatakan sesuatu pada Ana di
tengah-tengah pembicaraan kami di tempat itu.
“ Na..Robi sering memikirkan Ana akan jenuh dengan Robi”
“
Kok Robi berpikiran seperti itu , kenapa ? Memang nya Ana kelihatan
jenuh dengan Robi ? “
“
Robi ga tahu Na,kadang-kadang perasaan Robi berkata seperti itu .”
“
Rob,Ana tidak seperti yang Robi pikirkan,Ana sayang dengan Robi dan
tidak pernah meminta lebih pada Robi kan ? “
“
Ia Robi tahu, tapi terkadang Robi kasihan dengan Ana,Robi ga pernah
romantis dengan Ana dan apalagi memberikan
sebuah hadiah atau
pemberian yang Robi beli untuk
Ana seperti hubungan orang lain
kepada pacarnya.“
“
Rob..Ana tidak memikirkan hal-hal seperti itu,cukup Robi menjaga Ana
sebaik mungkin,itu sudah menjadi
hadiah terindah untuk Ana. “
Mendengar perkataannya yang
dibalutkan senyuman kecil
seperti itu,seluruh isi hati ini terasa damai dan sulit untuk mengelak bahwa
aku sekarang sangat mencintainya. Makhluk ciptaan tuhan yang satu ini telah
mengantarkan aku bagaimana merasakan cinta sesungguhnya, INI CINTA BENERAN yang telah aku tunggu-tunggu,karena pria dimana-mana
dicap sebagai sosok makhluk yang egois , tidak mengenal belas kasihan ataupun
kaum hawa sering
menyebutkan bahwa lelaki itu banyak yang tidak memiliki hati kepada
wanita. Berbeda dengan diriku saat
itu,aku lebih peka dan lebih berusaha sebisa mungkin membahagiakan wanita yang
aku cintai.
Dia
mengajarkan aku bagaimana untuk mengerti wanita walau terkadang dalam
perjalanan cintaku sebelumnya tidak pernah lurus dan selalu gagal. Tapi Ana lah
yang memberikan pengalaman baru dan pembelajaran seperti apa cinta itu
sebenarnya. Mendapatkan sosok Ana adalah anugerah yang terindah yang pernah aku
dapatkan. Jika seseorang yang kalian sayangi seperti Ana,satu pintaku “ jangan
pernah melepaskannya apalagi mengecewakannya dan jangan
lakukan kesalahan yang pernah aku perbuat. “ Kami berkhayal untuk selalu bersama sampai kami tua
nanti dengan suatu ikatan yang namanya pernikahan, berkhayal berlibur bersama,
membeli rumah,kendaraan sampai membicarakan mempunyai anak. Terlihat konyol
obrolan kami , karena masih seorang pelajar sudah membicarakan hal-hal yang
jauh seperti itu. Bagi kami itu tidak masalah dan itu menjadi motivasi bagi
kami dan kehidupan berawal dari mimpi.
Kami
menjalani hubungan kami yang penuh akan kenangan itu dengan kebahagiaan,belum
pernah kami berkelahi dari suatu pendapat yang tidak cocok ataupun salah satu
dari kami ada yang jenuh dan berpaling hati. Aku pun semangkin bersemangat
sekolah dan tidak pernah mengenal kata bosan dalam sekolah pada waktu itu.
Jawabannya mudah,yaitu Ana lah penyebab semuanya. Kami bersama-sama untuk
bersekolah begitu juga jika pulang kami pun selalu bersama-sama. Sehingga
teman-teman dan guru-guru di sekolah mengetahui hubungan kami bukan hubungan
sebatas teman biasa. Disamping itu kami sering mendapatkan sindiran seperti
candaan atau ejekan dari teman.
17
Jika kita benar-benar mencintai,pengorbanan itu akan datang dengan sendirinya tanpa
direncanakan ataupun direkayasa…
Mereka sering bercanda dan mengatakan langsung bahwa kami
adalah pasangan romantis,pasangan bulan dan bintang dan ada juga yang
mengatakan kami romeo and juliet. Aku tidak pernah marah dan menanggapi serius
sindiran-sindiran
seperti itu,karena itu sudah biasa dalam kalangan remaja.
Didalam dunia remaja pada waktu itu,jika mereka mempunyai
pacar, selalu merayakan hari jadian mereka setiap tahunnya. Pengalaman ini lah
yang belum pernah aku rasakan dan mungkin tidak pernah aku rasakan,karena momen seperti itu belum tentu menentukan kelanggengan suatu
hubungan. Aku sempat merasakan iri dan ingin sekali aku merayakannya hari jadian kami yang memasuki setahun dengan Ana walau dia
tidak pernah meminta nya padaku atau merencanakannya dengan ku.
Aku pun
mulai bertanya-tanya pada teman ku yang sudah pernah melakukannya ataupun sudah
biasa dalam merayakan hari jadian mereka kepada
pasangan-pasangan mereka. Semua cara mereka membosankan dan membuat ku menilai
itu sungguh NORAK. Aku ingin yang
kelihatan biasa saja tapi sangat berkesan bukan yang berlebih-lebihan. Mulai
aku memikirkan caranya dalam satu hari itu untuk merayakan hubungan kami yang
hampir masuk satu tahun sekitar dua hari lagi. Karena aku baru pertama kali
mempunyai hubungan selama ini dan selanggeng ini. Lagi pula aku bukan lelaki
yang romantis dan mungkin terlihat kaku di depan wanita dan juga selama ini aku
selalu mempunyai hubungan yang tidak pernah serius,berganti-ganti dan gagal
dalam waktu yang cepat.
Akhirnya
aku mendapatkan ide itu, dan aku medapatkan nya dari sebuah film di televisi. Aku melihat itu
sedikit dewasa, simple dan semua
orang mungkin bisa melakukannya. Aku ingin memberikan sepasang cincin untuk
kami berdua dan di cincin itu bertuliskan nama kami berdua. Cincin itu bukan
dari emas kuning ataupun emas putih tapi hanya perak yang tidak terlalu mahal
harganya dan pas untuk kantong seorang pelajar.Aku memiliki kendala karena aku
tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli semua itu. Meminta kepada
orangtuaku tidak berani dan malu, karena dia pacar ku bukan pacar orang tuaku,jadi
akulah yang harus berusaha mendapatkan uang itu.
Ana sama sekali tidak mengetahui rencanaku ini, karena harus aku rahasiakan.
Sebelumnya dia pernah mengatakan padaku bahwa sebentar lagi kami satu tahun
bersama. Ana pun mengatakan pada ku bahwa kita berdua nanti hanya datang ke
tempat dimana kami pertama kali jadian saja dan melarang ku untuk membeli
apapun atau memberikan apapun seperti orang kebanyakan lakukan terhadap
pasangannya. Begitulah Ana, sifatnya tidak suka berlebihan,sederhana dan tidak
mau merepotkan ataupun menyusahkan aku. Wajar saja pada waktu itu dia adalah sosok wanita yang aku kagumi.
Aku masih bingung untuk mendapatkan uang darimana. Aku
pun berniat mendatangi rumah temanku untuk meminjam uang padanya dan akan aku
cicil dengan uang jajan sekolahku. Sore itu aku akhirnya berkunjung ke rumah
temanku yang bernama Danu. Aku melihat wajahnya tampak kebingungan waktu itu.
Keinginan ku untuk meminjamkan uang jadi pudar dan berbalik arah. Aku merasa
segan meminta pertolongan pada nya disaat dia seperti itu. Aku menanyakan apa
yang sedang terjadi padanya.
“
Dan.. tumben wajah mu murung ? “
“
Hmm..ia nih Rob..aku lagi bingung. “
“
Bingung kenapa Dan, cerita dong
dengan ku,kita kan teman. “
“
Aku kan meminjam uang kepada saudara ku untuk memodalkan aku
usaha kecil-kecilan menjual baju kaos,jadi nanti jika
laku,uang nya aku
kembalikan lagi pada nya dan keuntungannya itu buat ku.
Tapi lusa aku
harus mengembalikan lagi uang pinjamanku pada nya,
sedangkan baju
ini belum habis
terjual dan tinggal satu lusin lagi. “
18
KEBETULAN! Bukan ini bukan kebetulan lagi,ini sudah direncanakan
oleh tuhan sebelumnya,asalkan niat kita baik maka tuhan menunjukkan jalan nya. Otak dagang mulai
mengotak atik pikiran ini,ku pikir ini jalan terbaik dan halal.Aku pun mulai menawarkan jasa padanya dan mencari
keuntungan dalam usahaku itu.
“
Oh begitu Dan...bagaimana jika aku membantu mu Dan ?
“
Jangan Rob,aku ga sanggup memberikan imbalan dari bantuan mu
itu.”
“ Tenang..tenang sob..tidak perlu
dibayar,tapi jika aku menjualnya
dengan harga yang agak tinggi
untuk keuntungan ku sendiri
dan tidak mengganggu keuntungan
mu, bagaimana ? kamu setuju ?
“ Oh begitu, baiklah..tapi kamu
yakin Rob bisa menghabiskan baju-baju
itu dalam waktu yang singkat ? “
“ Semoga aja laku cepat Dan..kita
berdoa aja . “
Semangatku
memecahkan semua kebingungan yang memasuki pikiranku. Kini aku mendapatkan
harapan dan keluar dari jalan buntu yang tidak pernah menggerakkan aku untuk
mendapatkan suatu solusi. Langsung saja Danu memberi tahu detail harga dari
setiap baju dan aku menambahkan sedikit harganya untuk keuntungan ku. Ku bawa
pulang satu lusin baju itu ke rumah ku dengan sepeda motorku. Aku seperti
penjual baju keliling dengan menggunakan sepeda motor dengan meletakkan barang dagangan di atas jok sepeda motor pada
waktu itu. Malu dan Gengsi aku simpan pada hari itu demi mendapatkan menciptakan
kebahagiaan bersama Ana.
Aksi
dagang ku di mulai,semua teman aku SMS
untuk mempromosikan baju kaos itu,ku upload
foto-foto baju itu yang telah aku ambil melalui kamera Hp ku ke jejaring sosial di Internet. Usahaku tidak sia-sia,selama dua hari semua
baju kaos itu Sold out dan aku senang
luar biasa. Aku pun langsung bergegas mengunjungi rumah Danu untuk
mengembalikan uang modal nya dan memberikan keuntungannya. Danu tersenyum lepas
melihat kabar baik dari ku dan berterima kasih pada ku,begitu pun aku. Jika
ada kemauan pasti tuhan akan memberikan jalan, dan aku memahami bahwa sebelum
mendapatkan jalan itu, kesulitan-kesulitan lah yang selalu menghampiri kita.
Setelah uang terkumpul, aku mendatangi toko yang menjual cincin perak tersebut
dan memesan cincin itu dengan ukiran nama kami berdua.
Akhirnya
cincin sudah ku beli, tinggal perencanaan untuk bertemu dengan Ana di tempat
dimana kami pertama kali memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari seorang
sahabat. Aku membuat janji dengan Ana lewat telepon genggamku pada siang itu
dan aku mendengarkan nada suaranya seperti orang yang sedang sakit,tapi dia
mengatakan tidak ada apa-apa. Ana pun mengatakan pada ku bahwa dia tidak mau
dijemput olehku karena dia harus mengikuti latihan nari terlebih dahulu di
sekolah. Jadi,kami akan berjumpa disana langsung pada jam setengah empat.
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga,
aku pun bergegas menuju ke cafe langganan kami berdua. Aku pun tiba disana dan
menunggu Ana sendirian dan hanya ditemani secangkir capuccino hangat. Aku semakin
gugup memikirkan apakah Ana senang dengan rencana aku ini atau tidak. Walaupun
begitu, aku tetap meyakini diriku bahwa Ana akan menyukai pemberian ku
ini,karena bagi ku dia adalah sosok orang yang mengenalkan aku apa itu cinta
dan bagaimana menjaga orang yang selalu kita cintai. Aku melihat jam tanganku,sudah
jam lima tapi Ana tak kunjung datang. Ku coba menelpon Ana tapi tidak ada
jawaban. Banyak sekali SMS yang aku
kirim ke Ana, Tapi hasilnya nihil.
Kenapa ini? Tanya ku dalam hati.
Hatiku resah dan tidak tau mau berbuat apa lagi saat itu. Akhirnya ku coba
menghubungi Friska yang kebetulan teman dekat dan teman latihan nari Ana , tapi
Friska mengatakan tidak tahu dan Friska hari itu tidak hadir latihan nari
karena ada urusan keluarga. Hilang kesabaranku waktu itu,sempat kesal dan marah
sekali. Sudah dua jam aku menunggu nya sore itu, tapi tak ku lihat Ana datang
ke cafe ini. Rasa penasaranku pun datang.Tidak berpikir panjang lagi, aku
berniat ingin ke rumahnya langsung tanpa memikirkan ayah nya yang super ketat menjaga dan mengekang
anaknya yang berhubungan dengan lelaki mana pun termasuk aku.
19
Aku
tiba di rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya,berharap Ana lah yang menyambut
kehadiranku. Tapi seorang wanita yang membukakan pintu rumah itu, dia adalah
kakak saudara Ana yang bernama Mbak Riska. Aku belum pernah bertemu dengan Mbak
Riska sama sekali dan hanya tahu dari pembicaraan Ana selama ini sebelumnya dan
ternyata Mbak Riska telah mengenal aku sebab Ana sering bercerita banyak
tentang aku dan pernah menunjukkan foto ku di Hp Ana kepada nya.
Aku langsung saja menanyakan Ana
kepadanya,apakah Ana ada di rumah atau tidak. Mbak Riska menjawab bahwa Ana
tidak ada di rumah dan dia pun mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah Ana.
Rumah Ana kelihatan kosong dan hanya Mbak Riska yang ada di rumah pada saat
itu. Aku pun merasa ada yang aneh,kemana Ana. Aku pun bertanya kepada Mbak
Riska lagi,kenapa Ana tidak ada di rumah lalu Mbak Riska mulai membuka
pembicaraannya,bahwa Ana berangkat pada jam setengah tiga tadi secara mendadak
dengan ayah dan ibu nya ke Malaysia. Keluarga Ana panik ketika melihat Ana pingsan
di kamar dan Mbak hanya diperintahkan untuk menjaga rumah selama beberapa hari.
Pikiran ku mulai gelisah
mendengarkan cerita ini,Mbak Riska pun tidak mengetahui banyak mengenai
penyebab Ana yang pingsan di kamarnya. Aku pun terdiam dan tidak tahu lagi mau
berbicara apa. Rasa penasaran dan khawatirku dapat aku rasakan setelah
mendengar semua nya. Aku pun pamitan dengan Mbak Riska , aku pulang tanpa
perasaan yang bahagia dan tenang. Kekecewaanlah yang menjadi temanku pada waktu
itu, dan aku masih terus bertanya-tanya tentang kejadian yang menimpa Ana.
Berulang kali aku hubungi Ana lewat telepon dan SMS tetap tidak ada jawaban.
Ku pandangi wajah nya di foto saat
aku berada di kamarku dan tidak lepas mataku juga tertuju pada sepasang cincin
yang aku beli. Cobaan apa lagi yang telah menimpaku dan Ana. Semua rencana yang
aku buat untuk menunjukkan bahwa aku sungguh mencintai nya selama satu tahun
ini, musnah sudah. Seperti ini kah perayaan satu tahun hubungan kami, sering
aku berpikir bahwa tuhan tidak adil dengan ku,selalu membuatku merasakan lagi
hal yang tidak aku sukai seperti ini. Ya sudahlah,ini mungkin jalan hidupku dan
Ana. Dan ini lah kisah ku, dia tidak bersama ku di hari yang begitu penting
bagi kami berdua . Happy Anniversary One
year sayang…
20
Siapa bilang semuanya
akan indah pada waktunya kalau kita tidak pernah berusaha,semua yang kita
inginkan tidak akan indah pada waktunya.
Hari itu adalah hari dimana awal semua kesedihan
yang pernah ada di dalam kehidupanku dan dia. Belum tentu semua yang berawal
dari kebahagiaan dan keindahan akan tetap berjalan seperti apa yang kita
harapkan. Kehidupan ini penuh tanda tanya dan penuh keajaiban. Ana pun pulang
dari Malaysia dan menelpon ku dalam nada yang sendu. Dia mengajak ku untuk
bertemu di tepi pantai yang sering kami kunjungi untuk berbicara,bercanda dan
melepaskan semua suka dan duka yang ada dalam hidup kami berdua. Keesokan hari
nya kami pun bertemu di tempat itu, aku masih melihat senyuman kecil nya.
“ Kenapa kamu tidak mengabari Robi kalau kamu sakit dan berangkat ?
kamu kenapa ? tolong kamu
terbuka dengan Robi Na,apa begini yang
namanya balasan untuk rasa sayang Robi ! “
Ana hanya bisa diam, dan tidak menjawab apa yang
aku tanyakan. Aku dan Ana tidak ada berbicara sedikit pun setelah aku
menanyakan itu semua. Tapi ku lihat ekspresi wajah nya yang telah berubah, dan
dia pun menangis. Hati ini luluh melihat kesedihan yang tersirat di hadapanku.
Aku seperti telah melakukan kesalahan besar terhadap Ana.
“ Kenapa kamu nangis Na ? kenapa kamu tidak menceritakan semua
yang
sedang kamu alami ke Robi Na.. Robi ini siapa kamu Na ? “
“
Rob..Robi sayang dengan Ana ? “
“
Kalau Robi tidak sayang dengan Ana, Robi tidak mungkin khawatir
seperti ini ? Ini lihat,Robi berusaha membeli
cincin ini dan demi apapun
Robi berusaha mendapatkannya,walau di mata
Ana ini tidak berarti
dan mungkin hanya barang
murahan,tapi semua ini Robi
dapatkan berdasarkan rasa
sayang Robi ke Ana. “
“ Maafkan Ana Rob, itu tidak pantas
buat Ana Rob. Robi berikan saja
cincin ini untuk wanita lain yang bisa buat
Robi bahagia. Dan jika Robi
sayang sama Ana, tinggalkan Ana sekarang
juga. Ana mohon dengan
Robi..
dan jangan tanyakan lagi kenapa, Ana mohon kita sampai disini
saja.. “
Ana pun meninggalkan ku dengan
tangisannya, apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Aku merasa tidak percaya
ini semua terjadi, satu tahun kami bersama hanya menjadi akhir yang menyedihkan
dan tidak tahu apa penyebabnya. Aku tidak pernah merasakan bahwa aku memiliki
salah pada Ana begitu juga dengan Ana. Ana menyimpan rahasia dan tidak jelas
alasannya meninggalkan ku. Apakah dia tidak mencintai ku dalam satu tahun ini
?. Sakit rasanya ditinggalkan orang yang benar-benar kita sayangi. Aku berharap
dia bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu.
Inikah rasa cinta itu,dikala kita
terbangun dan hati terbuka karena cinta. Cinta itu sendiri lah yang terkadang
menutupi kebahagiaan dengan kesedihan yang tidak kita inginkan. Sudah pasti aku
tidak tahu mau berbuat apa dan hari-hari ku berisikan luka dan rasa penasaran
akan dirinya yang meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas. Ku coba untuk
menghubungi nya kembali dan juga mengirimkan SMS tapi tidak pernah ada jawaban oleh nya. Aku mulai putus asa dan
pikiran negatif ku mulai muncul dan mengatakan bahwa selama ini dia hanya
bersandiwara menyayangi ku.
Teman-teman silih berganti menghiburku
waktu itu, dan tidak ada satu pun dari mereka yang menyalahkan keputusan Ana.
Mereka hanya mengatakan bahwa suatu saat jika kami berdua jodoh,kami akan
diberi kesempatan untuk bersatu. Mereka pun menyemangati ku dan mendorong ku
agar bisa melupakan semuanya. Tapi hati kecil ini berkata bahwa aku sulit untuk
melupakannya untuk menghapus nama nya dari hati ini. Ana telah mengisi semua
ruang hati ini,dan apakah dia memikirkan hal yang sama seperti ku. Tak
henti-henti nya aku memandang foto kami berdua yang dibingkai indah di dalam
kamar tidurku. Sudah tiga minggu kami berpisah dan masih saja aku menunggu
dalam diam ku. Aku tidak bisa membohongi diri ku bahwa aku
masih menyayanginya dan akan terus menyayanginya. Pernah kah Ana berpikir bahwa
yang dia lakukan itu semua salah dan kenapa dia berbuat seperti itu pada ku.
Siang itu Friska menghubungi dan mengatakan bahwa Ana sedang dirawat di rumah
sakit,dan ku tanyakan pada Friska, Ana sakit apa tapi friska hanya mengatakan
bahwa Ana hanya mengatakan dia kecapean. Aku pun bergegas untuk menjenguk Ana ke rumah sakit walau
ku tahu kehadiranku tidak menjadi keinginan Ana.
Di rumah
sakit aku melihat Ana yang terbaring dan ditemani oleh Mbak Riska. Aku masuk ke
dalam ruangan itu dan Ana pun hanya
melihat ku tanpa ekspresi wajah yang menyenangkan saat aku datang. Mbak Riska
pun mempersilahkan aku untuk duduk dan kami ditinggalkan berdua oleh Mbak
Riska. Kedua orang tua Ana sedang keluar saat aku datang ke rumah sakit. Aku
pun masih terdiam dan tidak tahu mau bicara apa sampai Ana membuka pembicaraan.
“
Kenapa Robi masih peduli sama Ana ? Ana sudah bilang ke Robi,
tinggalkan saja Ana .“
“ Na, ga segampang itu melupakan
Ana..Robi masih sayang sama Ana
walau Ana tidak menginginkan Robi
lagi. “
“ Rob, Ana banyak kekurangan yang
kamu tidak tahu Rob,Ana takut
tidak bisa bahagiakan kamu
Rob,Ana tidak sempurna seperti wanita
yang lain. Dan Ana tidak mau membuat
kamu kecewa atau menyesal
memiliki Ana.“
“ Robi sama sekali tidak pernah
memikirkan kekurangan apapun yang
ada pada dirimu Na,tapi kenapa kamu menyuruh Robi untuk
melupakan Ana tanpa alasan yang
jelas ? Ini cara Ana mencintai Robi
dan apakah Ana tidak memikirkan apa yang sudah Robi
lakukan untuk
Ana
?“
“
Rob, Robi ga tahu apa yang sedang Ana rasakan dan pikirkan, itu
semua demi kebahagiaan Robi . “
“ Na, buat apa kita berjanji untuk
selalu bersama ? kalau Ana selalu
menyembunyikan semuanya yang ada
pada diri Ana dengan Robi ,
Robi bisa menerima kamu apapun
itu,tapi tidak begini cara nya.Robi
benar-benar sayang sama kamu Na.
“
Ana pun mulai mengeluarkan air matanya,seolah-olah dia
tidak sanggup menahan rasa sedih yang telah ia rasakan. Aku pun mulai membelai
rambut dan menggenggam tangan nya saat dia terbaring dalam penderitaan nya yang
aku sendiri pun tidak tahu apa itu. Yang jelas aku hanya ingin menemani dan
menghiburnya pada hari itu tanpa memikirkan untuk menanyakan semua hal yang
membuatku penasaran. Ana menangis tanpa henti di hadapanku dan dia pun tak
kuasa untuk terus menyembunyikan apa yang dia alami selama ini di belakangku.
Hingga dia mengatakan dengan terus terang apa yang dia sembuyikan padaku dan
alasan-alasannya dia menyuruh ku untuk meninggalkannya kemarin.
“ Rob,apa kamu ga malu mempunyai pacar
seperti Ana ? “
“ Kenapa Robi harus malu Na,tidak
pernah Robi merasa malu memiliki
Ana,malahan Robi bahagia dan
bangga memiliki Ana. “
“ Jika Ana pergi,apa Robi masih mau
jaga cinta kita ? “
“ Pergi ?? kamu bicara apa Na,ga
usah bicara yang nggak-nggak
Na,kamu tidak akan pergi begitu juga Robi. “
“ Kamu yakin dengan perkataanmu,apapun
yang terjadi nanti
? “
“
Na,sudah setahun kita sama-sama, jalani semua bersama-sama
maupun itu suka atau pun duka. Tapi tolong
Na,katakan semua yang
Ana alami kepada Robi,Robi ingin
jadi orang yang selalu ada di dekat
Ana sewaktu Ana berada dalam
situasi apapun.“
Dia pun menatap ku dengan menaruh
harapan yang besar pada ku . Air mata nya jatuh di pipi nya dan aku pun
mengusap air mata nya. Dia sungguh berarti dalam hidupku saat dia menjalani
pahit nya hidup yang dia dapatkan. Terkadang aku marah terhadap semua situasi
ini,kenapa harus Ana yang mengalami ini dan kenapa tidak untuk orang-orang yang
telah melupakan tuhan nya saja. Ana wanita yang baik dan tidak pernah melakukan
hal-hal yang di luar batas sebagai anak remaja. Aku pun mengelus kepala nya dan
Ana tetap menangis seolah-olah dia menyerah untuk hidup nya.
“
Rob,sebenarnya Ana tidak ingin meninggalkan Robi,tapi semua itu Ana
lakukan untuk kebahagiaan Robi dan Ana tidak
mau Robi menderita
dan iri melihat orang lain yang memiliki
orang yang mereka sayangi
jauh
lebih sempurna dari pada Ana. “
“
Na, coba Ana katakan kepada Robi. Apa maksud Ana dari semua ini
dan apa
yang Ana sembunyikan dengan Robi ? “
“
Kalau Ana memberi tahu semua nya dengan Robi, apakah Robi masih
mau menemani sisa-sisa hidup Ana ? “
“
Ana kamu bicara apa ! ga semudah itu
Robi melupakan Ana,apapun
yang Ana mau,Robi usahakan semampu Robi untuk
mewujudkannya. “
“
Katakan sama Robi Na..Robi siap apapun yang terjadi,kita sudah
berjanji untuk saling
berbagi dan jalani apa yang kita dapat kan ? jadi
tolong, ceritakan semua dengan Robi. “
Dia pun masih mengeluarkan air matanya dan terus
menangis,aku melihatnya ia begitu berat menghadapi masalah yang ada dalam hidupnya.
Isak tangis nya meredam semua dan mengheningkan ruangan dimana dia di opname saat
itu. Aku pun semakin tidak ingin jauh darinya,aku ingin bersama dengan nya,aku
ingin menemani nya dan tidak akan pernah mau merasakan lelah untuk terus
disisinya.
“ Rob..semua kebahagiaan , tawa dan senyuman Ana selama ini
hany lah untuk menutupi semua
hal pahit yang sudah 5 tahun Ana
derita. Agar semua orang
tidak merasakan hal yang sama dengan
Ana,Ana tidak mau mereka
ikutan sedih seperti Ana. Ana sayang
keluarga Ana,teman-teman Ana
dan Robi, karena itu Ana ingin mereka
tetap bahagia dan tersenyum
dari pada bersedih untuk diri Ana yang
tidak berguna ini. Tapi Kalau
Robi tetap memaksa ingin mengetahui
semuanya,sekarang Robi ambil
amplop coklat yang ada di dalam tas di
atas meja itu dan Robi akan
tahu apa yang sedang terjadi pada Ana. “
Mata ku pun memandang sebuah tas di sebelah tempat
tidur di ruang inap ana,aku berjalan untuk membuka tas itu dan memang benar di
dalam nya ada sebuah amplop cokelat dan di depan amplop tersebut bertuliskan
nama rumah sakit dimana Ana check up
dan setiap bulan Ana sering mengunjungi rumah sakit tersebut. Aku membuka
amplop dari pihak rumah sakit itu dan mulai membaca isi surat keterangan dari
hasil check up tersebut. Aku pun
mulai menetes kan air mata dan tidak bisa mengucapkan apa-apa saat membaca
surat itu, Ana menderita penyakit kanker otak stadium tiga lanjut. Ya
tuhan,begitu besar nya cobaan yang Ana lewati selama ini, begitu tabah nya dia
melewati semua ini dan sempat aku berpikir bahwa jika aku menjadi dirinya,aku
mungkin tidak bersemangat lagi jalani hidup. Tapi Ana malah sebaliknya,dia
begitu hebat melawan rasa sakit nya dan tidak pernah mengeluh terhadap penyakit
yang dideritanya. Disitu lah aku merasakan sedih yang luar biasa dan aku masih tidak
percaya dengan situasi ini.
“ Na..Ana harus kuat,jangan tangisi keadaan ini ya..Robi selalu ada
buat
Ana apapun yang terjadi, dan
Ana anggap semua ini tidak pernah
ada,Robi yakin Ana pasti
sembuh . “
“
Ga Rob,Gaaa! Ana tidak akan pernah sembuh,Ana sudah jenuh
dengan penyakit ini,Ana benci Rob..benci !!!
”
“
Na,jangan ngomong seperti itu, Robi yakin kita bisa lewati semua ini dan
Ana pasti sembuh. “
“
Sembuh ??? tuhan ga pernah dengar doa Ana selama ini Rob, padahal
Ana tidak pernah lupa pada
nya, tapi kenapa,kenapa harus Ana
mendapatkan semua ini ? kenapa orang yang
lupa pada nya malah
mendapatkan hal yang menyenangkan ?
kenapa!!!!!!!!!! “
“
Ana!!! Kamu tidak boleh ngomong seperti itu,semua ini ada hikmah
nya,yakinlah tuhan itu sayang
sama kamu,dia tidak akan memberikan
suatu
beban yang melebihi kemampuan umat nya,semua ini pasti ada
maksudnya Na.. “
“
Ana capek Rob,capek Rob ! Ana harus dihantui dengan rasa takut Ana
dengan penyakit ini dan Ana
selalu membuat bahan pikiran orang yang
menyayangi Ana, Ana ingin
ngerasain kebahagiaan yang sebenarnya
seperti orang lain Rob. “
“ Na,kita pasti akan mendapatkan kebahagiaan itu kok,percayalah
dengan Robi Na. Tuhan tidak
pernah tidur dan tidak pernah tuli untuk
mendengarkan dan mengabulkan
permintaan atau doa umatnya,
sekarang Ana istirahat ya,biar besok bisa
pulang kerumah dan jalani
aktifitas seperti biasa lagi. “
“
Rob..Robi janji kan tidak akan meninggalkan Ana ? Ana takut Rob. “
“
Ia Robi janji Na..Robi selalu ada untuk Ana dan kita berdua harus berjuang
untuk harapan kita dan yakin
lah Ana pasti sembuh. “
Dan
akhirnya aku mengetahui semua yang dia sembunyikan selama ini dan sedih yang
teramat dalam hadir dalam kehidupan ku. Aku memasangkan cincin yang aku beli
kemarin ke jarinya,dia pun sempat tersenyum dan menangis lagi karena ga kuasa
memikirkan bahwa dia tidak bisa seperti wanita lain yang sempurna di hadapan
pasangannya. Aku memeluk nya yang sedang terbaring dan menangis di samping nya.Emosi
nya pun sudah mulai tenang,aku menemaninya disana sampai dia tertidur pulas.
Saat itu lah aku berjanji aku akan terus bersama nya dan harus terus meyakini
nya bahwa dia akan sembuh dan itu harus terwujud. Waktu terasa semakin berlalu
tinggalkan semua cerita indah kami berdua, kisah sedih kami pun menyapa diri
kami berdua dan menjadi penghias hari-hari ku dan Ana.
Cerita
cinta kami disaat kami masih remaja sungguh berbeda dengan cerita cinta seorang
remaja yang pernah mereka alami, setelah Ana memberi tahu semua masalah yang
dideritanya dan selalu menyembunyikan nya didepan ku selama ini. Setelah Ana
tertidur,aku pun beranjak pulang ke rumah,tak habis-habis nya aku memikirkan
dia dan lagi-lagi aku mengeluarkan air mata saat aku mengendarai sepeda motor
ku.
21
Cinta bukanlah kata
murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah
Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya
Aku
merasa takut kehilangannya dan tidak akan pernah aku mau kehilangan dirinya.
Adakah jalan dan keajaiban yang bisa merubah segala situasi ini. Disitulah aku
baru sadar bahwa kebahagiaan itu mahal harganya dan semua orang harus berusaha
mendapatkannya. Tuhan,jika ini lah jalan yang harus aku dan Ana tempuh
bersama,kuatkanlah kami agar mampu memikul beban ini,dan tuntun kami agar tahu
bagaimana cara mengambil hikmah kepada mu dan menerima semua kehendak mu.Setelah
aku mengetahui semua masalah dan penderitaan yang Ana alami,kekhawatiran selalu
saja mengganggu pikiran ini. Selalu ku bertanya pada semua orang yang aku
jumpai termasuk keluargaku juga,apakah penyakit yang Ana deritakan bisa sembuh
total apa tidak. Jawaban dari mereka berbeda-beda,ada yang membuatku menjadi
semakin yakin bahwa Ana akan sembuh dan ada juga yang membuatku terkadang
menjadi pesimis. Kali ini hari-hari ku berat,aku tak pernah memikirkan tentang
diriku lagi,sekarang yang aku pikirkan adalah bagaimana Ana sedikit melupakan
apa yang dideritanya dan terus menyemangatinya. Berbagai cara aku lakukan untuk
Ana dan semua nya aku lakukan atas dasar bahwa aku tidak ingin kehilangannya.
Ana dari dulu memang tidak pernah mau mengkonsumsi
sayur-sayuran ataupun makanan-makanan yang sehat. Aku mulai mengajarkan nya dan
memperhatikan makanan-makanan yang akan dia konsumsi. Sebisa mungkin aku
lakukan semua itu. Terkadang kami masak berdua sayur-sayuran atau makanan-makanan
yang sehat,kami berdua belajar berdua untuk memasak,walau diawal masakan itu
banyak kegagalan,tapi akhirnya kami berdua bisa dan terbiasa memasak makanan
yang menyehatkan itu. Aku terus memperhatikan nya untuk meminum obat secara
rutin karena selama ini dia memang tidak menyukai obat-obatan yang telah
direkomendasikan oleh dokter dan selalu tidak teratur mengkonsumsinya.Walaupun
awalnya terasa berat buat ku mendorong Ana untuk melakukan itu semua,namun
akhirnya itu jadi hal yang terbiasa bagi kami. Ana sudah mulai bisa meninggalkan
semua makanan–makanan yang cepat saji atau makanan-makanan yang terlalu banyak
bahan pengawetnya. Kini makanan yang dia makan adalah makanan alami dan
menyehatkan. Ana juga jarang berolahraga bahkan mungkin tidak pernah sama
sekali melakukan nya.
Kami mulai sepakat untuk teratur dalam berolahraga,
dan kegiatan olahraga kami berdua adalah Jogging
setiap subuh walaupun itu pada hari sekolah,tetap kami lakukan tiga kali dalam
seminggu,setelah adzan subuh kami pun melakukannya. Aku selalu menjemput nya
subuh-subuh dan kami pun terbiasa melakukan olahraga itu secara rutin. Jalur
untuk Jogging kami tidak
jauh-jauh,karena jika terlalu jauh berlari dan Ana menjadi lelah,kepala nya
akan sakit. Dibalik semua masalah ini,aku dan Ana seolah-olah tidak pernah
memikirkan penyakit itu lagi dan Ana bisa lebih semangat dan tidak pernah lagi
dihantui rasa ketakutan bahwa dia masih memiliki penyakit yang mengerikan itu
didalam tubuh nya.
Dan
kami pergi ke sekolah pun tidak pernah lagi menggunakan sepeda motor dalam
upaya penyembuhan Ana dan pola hidup sehat Ana. Aku selalu memakirkan sepeda
motor ku di rumah Asih dan berjalan kaki dari rumah Ana ke sekolah karena
sekolah kami tidak jauh dari rumah Ana dan aku memiliki ide itu agar kami
berdua seperti berolahraga dengan berjalan kaki. Setengah tahun kami sudah
melakukan semua nya, Ana benar-benar merubah pola hidupnya. Terkadang aku
merasa kasihan jika makanan kami berdua sungguh berbeda,Ana hanya memakan
makanan yang alami dan tidak sembarangan makan,hanya seperti
rebusan-rebusan,sayur-sayuran,susu,daging ikan dan semua makanan yang tidak
terlalu banyak minyak dan pengawetnya. Aku tidak tega melihat nya begitu
tersiksa karena selalu dibatasi untuk menyantap makanan yang enak-enak. Aku selalu
memberinya izin untuk makan makanan-makanan itu karena aku kasihan melihatnya
tersiksa seperti itu,tapi dia tetap konsisten untuk tidak menyentuh makanan
itu.
Sakit
di kepalanya terus kambuh, Ana selalu menangis kesakitan saat sakit di
kepalanya kambuh. Sebelum aku mengetahui penyakitnya,rupanya dia selalu
menyembunyikan rasa sakitnya itu di depanku dan dia sembunyikan rasa sakit itu
saat bersamaku selama setahun. Kali ini aku bisa melihat dan merasakan betapa
dahsyatnya penyakit yang menyerang Ana. Jika penyakit itu kambuh dia seperti
orang yang kehilangan kendali dan dia pun selalu memegang kepalanya kuat-kuat sambil
meringis kesakitan. ku peluk dirinya dan takkan pernah aku lepas saat penyakitnya
kambuh yang selalu memberikan rasa sakit di kepalanya. Aku melihatnya berjuang
melawan rasa sakit itu dan tak bisa kupungkiri bahwa air mata ini selalu jatuh
dari kedua mata ku jika melihat dia kesakitan seperti itu.Pikiran negatifku
selalu saja datang masuk ke dalam pikiran ku jika penyakitnya selalu kambuh di
hadapanku dan itu mustahil untuk disembuhkan. Tapi aku berusaha meyakini diriku
terus bahwa tuhan menciptakan sebuah penyakit pasti dia juga telah menyediakan
cara penyembuhannya dan aku yakin suatu saat kami berdua bisa mengatasi nya.
Kami
telah menjalani satu setengah tahun untuk hubungan kami yang penuh suka dan
duka, dan aku pikir lebih banyak duka nya dari pada suka nya dalam hubungan
kami ini,dan aku pun bisa belajar dari semua pengalaman ini.Dan kenangan ini
menjadi sebuah pelajaran penting dalam hidup ku yang tidak semua orang
mengalaminya. Pada jam 12 malam, dia mengirimkanku sebuah pesan melalui HP “ Semoga kamu tidak pernah lelah mencintai
aku yang tak pernah mengeluh atas kekurangan ku,karena cintalah yang
mengajarkan kita terus bersabar dan mewujudkan semua mimpi kita,Ana merindukan
kamu.” Saat itu dia tidak sedang
berada di kota kami, tapi dia masih dalam perawatan kemoterapi di Malaysia dan
masih mau menyempatkan untuk mengirimkan pesan dengan kata-kata tersebut.Aku
juga merindukan mu.
Setelah
kepulangannya dari perawatan kemoterapi,aku dan Ana terus berjuang untuk
mengatasi penyakitnya,kami tidak mau bergantung dengan perawatan dokter
saja,mungkin ada cara lain yang bisa membantu untuk mengatasi penyakit ini.
Kami berdua mencari informasi yang bisa menyembuhkan penyakit itu. Uang lah
menjadi sebuah kendala untuk kami berdua,karena suplemen-suplemen dan
vitamin-vitamin yang di jual di luaran tidak lah murah harganya dan sangat mahal
dan ada yang berjuta-juta. Tapi semua yang ditawarkan oleh orang-orang mengenai produk itu sangat
lah berkhasiat dan bisa dibarengi dengan mengkonsumsi obat-obatan dokter.
Banyak sekali cerita dari orang-orang yang mengatakan bahwa kita bisa sembuh dengan
suplemen-suplemen itu asal dibantu dengan pola hidup yang sehat. Aku pun
membicarakannya dengan Ana, dia setuju tapi mendapatkan uangnya lah yang kami
pikirkan. Kami tidak mempunyai uang sebanyak itu karena kami berdua masih seorang pelajar SMA. Aku pun
memutuskan untuk menjual HP ku walau
Ana
22
tidak mengizinkan, aku
tetap bersikeras menjual nya, karena Ana lebih penting daripada HP ini yang suatu saat bisa aku beli
kembali. Ana tidak mungkin memberi tahu ini semua pada kedua orangtuanya atau
meminta uang pada orang tua nya,sudah tentu tidak akan diberi izin,karena orang
tua nya lebih percaya dengan perawatan dokter dan obat-obatan dokter dan mereka
rela mengeluarkan uang ratusan juta untuk semua itu. Ana pun akhirnya luluh dan
menyetujui rencana ku menjual HP
ini,dia pun tidak tinggal diam,dia menjual juga HP nya karena kebetulan Ana mempunyai dua HP.
Uang kami sudah terkumpul dan uang
tersebut akan dipakai untuk membeli semua suplemen-suplemen dan vitamin-vitamin
yang dijual di toko obat cina. Kami membeli semua itu dengan menghabiskan uang
jutaan. Ana rajin sekali mengkonsumsi suplemen dan vitamin yang kami beli tak
lupa juga kami terus melakukan olahraga, mengkonsumsi makanan yang lebih sehat
dan dia tetap mengkonsumsi obat dokter.Selama setengah tahun Ana mengkonsumsi
suplemen dan vitamin yang kami beli dengan uang kami berdua. Aku melihat ada
perubahan dalam diri Ana,dia terlihat sehat walau kadang-kadang sakit di
kepalanya masih ada kambuh. Tapi setidaknya semua yang kami lakukan bisa
mengurangi apa yang dia rasakan.
Kami pun sudah dua tahun lebih
menjalin hubungan, Sebentar lagi Ana akan menjalani operasi untuk penyakit
kanker otaknya di Malaysia. Ana semakin ketakutan dan begitu juga aku. Aku
terus meyakini Ana bahwa dia tidak akan apa-apa saat dia menjalani operasi
nanti,aku mengatakan pada nya tuhan pasti mendengarkan doa kita,yakinlah. Kami
pun masih menerapkan pola hidup sehat tadi dengan di barengi mengkonsumsi
suplemen-suplemen dan vitamin-vitamin yang kami beli dengan menjual HP tadi. Aku yakin semua ini berhasil
dan Ana akan merasakan kehidupan yang normal seperti orang lain.Seminggu lagi
Ana akan diberangkatkan ke Malaysia untuk menjalani operasi. Aku tahu dia
sangat gugup dan takut menghadapi itu tapi kami terus melakukan
kegiatan-kegiatan agar Ana tidak memikirkan hal tersebut. Aku cuma berkata pada
Ana, kamu tidak akan kenapa-kenapa,kita buktikan bahwa kamu nanti sembuh. Hari
dimana Ana akan dioperasi semakin dekat dan aku sebenarnya sangat khawatir
dengan dirinya,taoi selalu ku coba untuk menyembunyikan kekhawatiran ku ini di
depannya,aku terus menghiburnya agar dia tidak
merasakan hal yang sama denganku.Ana akan diberangkatkan 2 hari sebelum
menjalani operasi. Sebelum dia berangkat dan menjalani perawatan terlebih
dahulu untuk menjalani operasi.Ana menginginkanku untuk menemaninya seharian, kami
bercanda, berbicara dan juga tak lepas dari angan-angan untuk masa depan kami.Ana
pun mengatakan suatu hal kepadaku.
“ Rob, jika keyakinan kita tidak terwujud, dan Ana harus
meninggalkan orang yang
Ana benar-benar cintai dalam
hidup ini,apakah Robi masih
menyimpan kenangan ini walau
Robi sudah bersama yang
lain ? “
“
Naa..tolong jangan bicara seperti itu,kamu tidak akan pergi dan
kamu tetap disini
jalani hari-hari mu Na.. “
“ Ana tidak tahu lagi bagaimana
untuk mengucapkan rasa
terimakasih dan
syukur karena Robi sudah mau berbuat untuk
menyembuhkan
penyakit Ana ini. “
“
Ana tidak perlu berterima kasih,karena semua ini bukan karena
ada nya Robi,tapi
karena jalan tuhan dan itu melalui Robi.”
“
Ana senang ketemu Robi dan Robi benar,semua karena jalan
dan cara tuhan lah
kita bisa bertemu. “
Hari pun
semakin malam,dan Ana harus istirahat karena besok akan berangkat untuk
menjalani perawatan dan operasi. Dia akan berjuang melawan maut dan aku melihat
Ana begitu tabah dan tegar menghadapi masalah yang selama ini dia punya. Dan
dia yakin dia akan sembuh karena sebelum hari dia akan berangkat dan akan
dioperasi,dia pernah berkata padaku bahwa sakit di kepalanya sudah jarang
kambuh. Ana pun berangkat dengan sebuah harapan dan keyakinan akan
kesembuhannya,begitu juga denganku yang tak henti-henti nya memikirkan kondisi
Ana nanti dan apakah dia akan sembuh atau berita yang tidak aku inginkan yang
akan aku dapatkan.
23
Ketika kita mencintai
seseorang, terkadang kesempurnaan belum bisa kita raih. Tetapi jika belum bisa
meraih kesempurnaan maka cinta sejati yang tuluslah yang bisa kita berikan.
Kehidupan
ini penuh tanda tanya,kita tidak tahu apa dan bagaimana yang terjadi nanti.
Kehidupan itu pilihan,apa yang kita inginkan maka itu lah yang akan terjadi.
Dan kehidupan itu buta,dia tidak akan melihat siapa kita,asalkan ada kemauan
dan keyakinan yang kuat maka dia akan memberikan keindahan bagi orang yang
mengagumi kehidupan. Hanya doa yang bisa aku berikan untuk Ana,dan keyakinan ku
akan kesembuhannya yang ada dalam pikiranku.Sudah seminggu Ana tidak memberikan
kabar kepadaku saat dia disana,aku semakin khawatir dan tidak tahu lagi harus bagaimana bisa mengetahui
kabarnya. Dua minggu pun aku lewati dengan kesendirian dan kekhawatiran yang
sangat besar. Tiba-tiba telepon rumah ku berbunyi dan kebetulan aku yang
mengangkatnya.
“ Halo..
“
Ini Robi ? “
“
Ia benar,ini dengan siapa ya ? “
“
Rob,ini mama Ana.. “
“
Oh ia tante,bagaimana kabar Ana nte ? Ana baik-baik saja kan nte ?
“
Maka itu tante menghubungi Robi karena Ana yang memintanya,lagi
pula Ana masih disuruh
dokter untuk istirahat. Ana sudah sembuh
Rob. Karena kata dokter, selama
setahun lebih ini perkembangan Ana
sangat bagus dan dipastikan
Ana sembuh total asal pola hidup sehat
tetap ia jalani,dan Ana
meminta tante untuk menghubungi Robi dan
mengucapkan rasa terimakasih karena sudah
menyemangati Ana. “
“
Ya tuhan,Robi senang sekali dengar berita ini nte. Kirim salam untuk Ana
ya nte.“
Akhirnya
doa,harapan dan keyakinan kami berdua tidak sia-sia. Disanalah aku belajar
bagaimana menjalin hubungan itu tidak hanya sebuah ke romantisan belaka
saja,tapi disana banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan bisa menjadi
pembelajaran untuk pendewasaan diri kita. Ana pulang dan menjalani kehidupan
layaknya orang normal,Ana tidak memikul beban atas penderitaan dari penyakitnya
lagi. Dia semakin memanfaatkan kehidupannya lagi.Aku sungguh bahagia atas
kesembuhannya dan ini bukan karena aku,tapi karena kita. Kami menjalani
hubungan kami tanpa memikirkan kekhawatiran mengenai penyakit itu dan Ana tetap
mencintai kehidupan dengan pola hidup yang sehat.
Aku
pun telah lulus SMA dan akan berangkat ke luar kota untuk melanjutkan
pendidikan ku di sebuah Universitas disana. Sebelum aku berpisah dan berangkat,
Aku pun mengatakan kepada Ana,” tetap menjadi wanita yang kuat dan tegar
menghadapi semua nya,Jadilah wanita yang benar-benar bisa membahagiakan orang
yang kamu cintai. “ Ana pun memberikan sebuah buku kecil yang berisikan tulisan-tulisan
mengenai cerita dan kenangan kami berdua selama menjalani semua cobaan dan
pengalaman dalam hubungan kami. Sebenarnya memang berat meniggalkannya,tapi aku
tidak bisa berbuat apa-apa. Ini adalah sebuah amanah dari ayahku bahwa aku
harus keluar untuk merantau dan mengejar masa depanku.
Aku
pun berangkat pada hari itu dan Ana mengatakan “ Jaga diri baik-baik dan hatimu,Ingat
aku disini menjaga cintaku yang hanya untukmu Rob .” Kami harus menjalani
hubungan jarak jauh dan hanya bisa menjalani nya lewat telepon dan SMS,karena memang aku tidak pernah
pulang ke kota kelahiran ku sampai aku benar-benar selesai. 1 tahun sudah kami
berada di kota yang berbeda. Jarak, Kesibukan dan kegiatan-kegiatan dari
kepentingan kuliahlah yang membuat kebersamaan kami semakin lama semakin jauh.
Ana meminta aku untuk terus memperdulikan hubungan ini karena aku semakin jauh
darinya karena semua kegiatan dan kesibukan ku,apalagi kami tidak pernah
bertemu lagi. Aku pun memilih untuk berhenti mengurusi hubungan kami.
24
Amarah ku dan Ana
memuncak dan hari itu adalah akhir dari semua yang kami lukiskan dalam hubungan
kami menjadi hancur. Tangisan Ana membuatku luluh dan itu karena keegoisanku
lalu ku lepas cincin kami. Setelah kejadian itu, kami pun tidak
pernah menghubungi satu sama lain
lagi, seperti menanyakan kabar dan bercerita seperti dulu. Aku sudah berada
dalam penyesalan yang teramat sangat. Aku merasa salah dan hanya mementingkan
diriku sendiri saat aku berada jauh dari Ana. Selalu ku telepon tapi tidak
pernah diangkatnya dan sering aku mengirimkan SMS bahkan terkadang surat atas permintaan maaf ku tapi tidak
pernah ada balasannya. Jika ini adalah akhir,aku ikhlas dan cuma maaf yang bisa
aku sampaikan lewat doa untuk mu.
Setelah
2 tahun lebih kami berpisah hingga aku telah diwisuda dan mendapatkan gelar
dari sarjanaku. Aku mulai siap-siap untuk pulang ke kota ku dan merapikan semua barang-barang ku di kamar kos
ku. Sewaktu aku mengambil
baju - baju ku di dalam
lemari,aku tidak sengaja melihat sebuah buku bewarna merah yang diselipkan pada
tumpukan bajuku. Ternyata itu adalah buku yang diberikan Ana padaku sebelum aku
berangkat. Aku tidak pernah membacanya selama aku bawa ke kota ini dan hanya
aku simpan saja selama tiga tahun lebih. Ku buka buku itu dan ku baca semua isi
cerita nya. Buku itu juga berisikan foto-foto selama kami bersama. Di bagian
akhir buku itu pun ada sebuah kalimat yang dituliskan oleh Ana“Aku tak ingin merasa
paling benar mencintaimu, Aku hanya ingin mencintaimu dengan benar,dan cintamu
benar untukku.” Hasratku ingin kembali pada Ana pun semakin kuat karena kalimat
tersebut dan aku mengambil cincin kami yang masih aku simpan lalu memakainya
kembali.Aku ingin membuat kejutan padanya jika aku kembali ke kotaku. Aku tahu
ini akan menjadi hal sulit buat ku untuk meminta maaf atas kesalahanku dan
keegoisanku. Tapi aku akan coba mendapatkan cintanya lagi jika tuhan mengizinkan
dan meluruskan semua harapanku ini. Aku pulang dan tiba di kota ku, suasana
kotaku terasa berubah dan berbeda saat aku meninggalkan kota ini. Aku pun bisa
melihat rumahku kembali dan sungguh rindu hati ini dengan rumah ku yang menjadi
istana buat diriku sendiri. Aku bisa berkumpul lagi dengan keluarga-keluargaku
dan teman-temanku. Besok aku berencana mengunjungi rumah Ana dan memberikan nya
sebuah hadiah seperti hiasan boneka kecil untuk nya yang telah aku beli.
Aku pun bergegas mengendarai motorku dan menuju ke
rumah Ana dengan senyuman kecil aku berkhayal di atas motorku jika aku bisa
bersama-sama Ana lagi dan Ana mau memaafkan ku dan kembali pada ku. Aku
menghentikan motor ku 3 meter dari rumah nya,karena aku melihat pria yang duduk
di teras rumah nya tapi Ana tidak berada disitu. Ana pun keluar dari rumah nya
dan menemui pria tersebut yang sudah menunggu Ana di teras. Wajah cantik nya,
senyuman manis nya tidak pernah berubah. Pria itu pun menciumi kening Ana dan
mereka masuk ke dalam
sebuah mobil , hati ini luluh lantak dan sakit
rasanya melihat dia sudah bersama yang
lain. Andai Ana tahu aku pulang hanya untuk memohon maaf dan kembali
padanya,pasti semua tidak seperti ini.Aku tahu ini adalah hasil dari kesalahanku
dan ini adalah keterpurukan. Aku melepaskan cincin yang aku pakai saat itu. Aku
membuang nya dan begitu juga dengan hadiah yang ku bawa. Semua harapan hilang
dan musnah. Mungkin terlalu besar jika aku berharap selalu ingin bersamamu,mungkin
juga terlalu besar jika aku berharap kau selalu ada bersamaku,dan aku hanya
bisa berharap kau bahagia dengan atau tanpa aku bersamamu.
Aku hanya bisa merenung bahwa semua kesalahan yang
aku tanam akhirnya aku sendiri lah yang mendapatkannya. Sekarang,aku menjalani
semua nya dengan kesendirian dan aku lah orang yang mungkin merasa paling
bersalah dan akulah orang yang paling mendapatkan kerugian dari apa yang aku
perbuat. Ternyata bukan aku orang yang akan menjadi teman yang selalu berbagi
dalam suka dan duka Ana untuk sepanjang hidupnya. Aku kecewa,itu
benar,penyesalan dan kesedihanku menertawakan aku,itu juga benar. Aku harus
berbesar hati dan merelakan Ana,karena hanya pria itu lah yang sanggup
menyanjung dan menyentuhnya bukan diriku. Walau aku masih memegang semua rasa
rindu padanya,aku harus merelakannya dan menerima semua ini.
Jika matahari sudah tidak bisa lagi bersinar, maka
aku akan menjadi penerang tiap langkahmu. Tetapi jika suatu hari hidupku yang
tiada lagi bersinar maka ijinkanlah aku mengenangmu dalam kisah cinta kita dulu.
Ana telah memberikan sebuah makna dalam sebuah kisah hidup yang tidak ternilai
harganya ini. Bagaimanapun juga Ana adalah sosok wanita yang banyak di dambakan
oleh setiap orang, karena sikap dan tindakan nya itu adalah kecantikan dalam
dirinya. Kini hanya sepi dan puing-puing kenangan yang menjadi sisa dalam
hari-hari ku. Aku tidak pernah merasa marah dan benci kepada Ana atas kejadian
itu, aku merasa beruntung bisa mencintainya dulu. Karena Ana lah yang mampu
mengajarkan arti cinta dan bagaimana cara kita mencintai.Dan kita harus
menerima kenyataan bahwa jika cinta itu pergi bukan berarti semua adalah dari diri
kita saja penyebabnya tapi yakinlah tuhan memberikan semua nya yang terbaik
buat kita.
Waktu pertama kali aku
melihat sebuah senyum simpul di bibirmu, hilang semua duka lara yang hinggap
didiriku. Sampai aku akhirnya bisa ikut tersenyum pula, karena aku telah
melihat mu bahagia menjalani hidupmu tanpa aku..
5 tahun sudah berlalu dari semua kisah itu, kini
aku telah mendapatkan karir yang bagus dalam dunia kerja,semua sudah aku raih
dari semua impian-impian ku. Aku semakin mantap dalam mengelola diriku sendiri
untuk semua kesuksesan yang ingin aku raih. Tetapi aku masih sendiri dan terus
disibukkan dengan pekerjaan ku. Sering terpikirkan dalam benakku bahwa aku
ingin sekali memiliki orang yang bisa memberikan perhatian dan sosok yang
nantinya aku cintai untuk seluruh hidupku tapi aku belum siap menentukan kapan
waktunya atas kesiapan diriku untuk mencoba. Biarlah waktu yang membawa ku
menemukan sosok wanita yang akan menerima ku sebagai orang yang dicintainya
dengan tulus.
Waktu sudah menunjukkan jam empat sore pada hari
itu, dan saat nya aku pulang. Sore itu aku berniat untuk singgah ke Mall terlebih
dahulu untuk membeli buku di salah satu toko buku di dalam Mall tersebut. Aku
bergegas keluar kantor dan menghidupkan mesin mobilku,menyetirnya dan mengunjungi
Mall tersebut yang jaraknya dekat dengan kantorku. Seperti biasa, aku sering
memutar lagu favoritku di dalam mobil yaitu lagu “ Lost “ yang dinyanyikan oleh Michael
Buble. Lagu yang sangat menginspirasi diriku dan tidak pernah aku bosan
jika aku berulang – ulang mendengarkannya. Aku melihat-lihat buku di dalam sebuah
toko buku yang ada di Mall tersebut. Setelah aku mendapatkan buku itu, aku pun
tidak mempunyai tujuan lain, selain pulang ke rumah.Aku berjalan dan turun
melalui tangga eskalator menuju
lantai satu.
Tidak jauh dari dari eskalator itu,aku melihat anak kecil laki-laki yang mungkin berumur
3 atau 4 tahun sedang berdiri sendiri seperti kebingungan dan menangis, lalu
aku mendekatinya. Aku segera saja bertanya pada anak itu,kenapa dia menangis.
“ Kenapa kamu menangis ? “
“
Aku kehilangan mama om,ga tau mama dimana. Huuuuu..huuu..“
“ Ya sudah,sudah..jangan
nangis..om bantu kamu dan kita sama-sama
cari mama mu ya, mama mu pasti masih ada di
sekitar sini. “
Anak kecil itu pun diam dan tidak menangis lagi,aku
menggandeng tangannya sambil mencari dimana ibu dari anak ini. Aku menanyakan
semua tentang anak ini dan mengajaknya berbicara saat mencari mamanya di
sekeliling Mall itu.
“ Oh ya,siapa nama mu ? “
“
Nama ku Robi om. “
“
Wahh..namamu bagus dan sama dengan nama Om.“
“
Beneran sama om ? “
“
Ia benar.. “
“ Kata mama Robi, nama
Robi ini sama dengan nama teman dekat
mama yang sangat baik dan
dia selalu membantu mama waktu
mama masih sekolah dulu om.
Tapi aku belum pernah jumpa sampai
sekarang dengan teman mama
itu om. “
“
Kenapa belum pernah jumpa ? “
“
Kata mama,dia tidak disini om,dia kerja ke luar kota jauhhh sekaliii.. “
Aku terdiam dan bingung,kenapa anak ini nama nya
mirip denganku dan kenapa yang diceritakannya ada kaitannya dengan hidupku.
Siapa anak ini?. Mungkin ini hanya perasaanku saja, banyak sekali orang yang
bernama Robi di dunia ini jadi tidak mungkin Robi yang dimaksud anak ini adalah
diriku. Anak itu pun berteriak kegirangan.
“ Om om…Itu mama om disanaaa…. “
Aku
pun melihat arah jarinya yang menunjuk seorang wanita yang sedang melihat-lihat
pakaian di depan kami. Anak itu pun berlari menuju ibunya dan memeluknya,rupanya
wanita itu masih cantik dan anggun seperti dulu,wanita itu adalah Ana. Ternyata
Ana sudah dikaruniakan satu anak dari pernikahannya bersama pria yang aku
jumpai saat aku ingin meminta maaf padanya. Aku pun meninggalkan tempat itu
secepatnya dan bersembunyi untuk memperhatikan Ana dari kejauhan karena aku
tidak akan pernah lagi mau membayangi diriku di depan Ana tentang masa lalu, biarlah
dia membuat kenangan baru bersama keluarga kecil nya. Aku melihat senyum
kebahagiaan dari wajah Ana, dan hari itu sungguh hari yang bahagia buat ku.
Karena aku bisa melihatnya kembali dengan senyuman bahagia akan dirinya walau
dia bukan milik ku lagi.
Walaupun dalam urusan cinta,kita
sangat jarang menang.
Tetapi ketika cinta kita benar-benar tulus walaupun akhirnya kalah dalam kisah cinta itu, sebenarnya kita mendapatkan kemenangan bukanlah kekalahan dan kita seharusnya berbahagia atas kemenengan itu,karena kita dapat mencintai seseorang lebih dari kita mencintai diri kita sendiri.
Tetapi ketika cinta kita benar-benar tulus walaupun akhirnya kalah dalam kisah cinta itu, sebenarnya kita mendapatkan kemenangan bukanlah kekalahan dan kita seharusnya berbahagia atas kemenengan itu,karena kita dapat mencintai seseorang lebih dari kita mencintai diri kita sendiri.
“
Terima kasih Na kamu telah mengingat ku dengan memberi nama anakmu dengan namaku.
Jagalah cintamu selalu untuk orang yang kamu cintai hingga akhir waktu.”
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
…..
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia…..
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum …...
sambil berkata , " Aku turut berbahagia untukmu "
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia…..
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum …...
sambil berkata , " Aku turut berbahagia untukmu "
The end
25

No comments:
Post a Comment